BPR Danamas terus memperkuat langkah inovatif dalam memperluas akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Langkah ini diambil untuk menghadapi dinamika kebutuhan pembiayaan dan ketatnya persaingan industri BPR.

in1

>>> Titiek Soeharto: Program Ketahanan Pangan di Nusakambangan Layak Ditiru

Di tengah tantangan transformasi digital, perubahan perilaku nasabah, dan tekanan kompetisi lembaga keuangan lain, perseroan fokus mengembangkan layanan yang mudah dijangkau.

Inovasi diarahkan untuk mempercepat proses pembiayaan, meningkatkan fleksibilitas produk kredit, serta memperluas jangkauan layanan ke sektor usaha produktif.

Direktur Utama BPR Danamas Lisnur menyampaikan perseroan menjalankan transformasi berkelanjutan.

Langkah ini mencakup digitalisasi produk, penguatan manajemen risiko, serta peningkatan infrastruktur teknologi dan kapasitas sumber daya manusia (SDM).

"Transformasi tersebut merupakan fondasi utama perusahaan," ujarnya, Sabtu (20/6/2026).

Lisnur menambahkan, tantangan digitalisasi dan penguatan tata kelola di era disruptif menjadi fokus utama untuk menjaga stabilitas industri BPR.

Modernisasi sistem core banking dinilai semakin mendesak di tengah ketidakpastian ekonomi dan kompetisi teknologi.

Raih Penghargaan Top 100 BPR 2026

Sejalan dengan langkah tersebut, BPR Danamas masuk jajaran Top 100 BPR 2026 versi The Finance.

Penghargaan ini diraih untuk kategori BPR beraset di atas Rp5 miliar hingga di bawah Rp35 miliar.

Per September 2025, aset BPR yang sudah berdiri sejak tahun 1989 ini tercatat sebesar Rp26,07 miliar, naik dari Rp17,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara outstanding kredit mencapai Rp14,9 miliar.

>>> Jasamarga Lanjutkan Pemeliharaan Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Direktur Kepatuhan BPR Danamas Imam Mulasri mengatakan, penghargaan tersebut menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat serta mendukung program pemerintah, khususnya pengembangan UMKM melalui layanan digital yang lebih mudah diakses.