Pada Oktober 2023, Malaysia menguji coba cat jalan berpendar di ruas jalan dua lajur dekat Semenyih.

Cat fotoluminesen ini menyerap sinar matahari di siang hari dan bercahaya hingga sepuluh jam di malam hari.

in1

>>> Rekor Hujan Es Terbesar Sejak 1950, Frekuensinya Meningkat Akibat Pemanasan Global

Bagi pengemudi yang terbiasa dengan jalan gelap dan pemadaman listrik, inovasi ini terlihat revolusioner.

Dengan lebih dari 6.000 kematian di jalan setiap tahun—sebagian besar di jalan pedesaan tanpa penerangan—proyek ini terasa tepat waktu dan diperlukan.

Departemen Pekerjaan Umum meluncurkan uji coba ini sebagai bagian dari upaya modernisasi keselamatan jalan, terutama di daerah terpencil.

Para pengemudi menyambut positif; foto jalur bercahaya saat hujan menjadi viral, dan banyak yang memuji visibilitas garis di kondisi kabut dan minim cahaya.

Harapan Besar di Balik Cat Berpendar

Cat jalan berpendar sebenarnya bukan hal baru.

Belanda dan Jepang telah menguji teknologi serupa lebih dari satu dekade lalu, menggunakan senyawa strontium aluminat yang menyerap sinar matahari dan memancarkan cahaya biru elektrik di malam hari tanpa listrik.

Namun, sebagian besar negara menggunakannya secara terbatas untuk ruas jalan tol pendek atau jalur sepeda, lebih untuk gaya daripada keselamatan.

Malaysia melangkah lebih jauh: pejabat berharap cat ini bisa menggantikan lampu jalan di daerah terpencil, mengurangi biaya perawatan dan meningkatkan keselamatan.

Menurut Menteri Pekerjaan Alexander Nanta Linggi, garis berpendar bertahan baik dalam hujan dan kabut, tetap terlihat berjam-jam setelah gelap—sebuah keunggulan keselamatan di daerah dengan pasokan listrik tidak stabil.

Media sosial pun ramai; banyak yang mendorong pemerintah memperluas jalur bercahaya ke jalan raya pedesaan.