Airlangga Minta Bank Himbara Tidak Terburu-buru Naikkan Suku Bunga Kredit
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) untuk tidak terburu-buru menaikkan suku bunga kredit.
Permintaan ini disampaikan di tengah kenaikan BI Rate sebesar 100 basis poin sepanjang tahun 2026 yang berpotensi mendorong biaya pinjaman perbankan.
>>> Studi Ungkap Liburan Bisa Cegah Penuaan Dini
"Ya ini kan ada transmisi terkait kenaikan bunga kredit.
Diharapkan tentu Himbara tidak terlalu cepat juga untuk menaikkan," ujar Airlangga di Istana Kepresidenan, Kamis (18/6/2026).
Pemerintah menghendaki fungsi intermediasi perbankan tetap berjalan optimal di tengah tren suku bunga yang meningkat.
Hal ini penting agar distribusi kredit ke sektor usaha dan masyarakat tidak terhambat. "Tentu harapannya ke depan kredit tetap jalan," katanya.
Pemerintah saat ini menggenjot kontribusi bank BUMN sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional.
Salah satu strateginya adalah melalui kebijakan penempatan devisa hasil ekspor (DHE) di perbankan Himbara.
>>> Apkasindo Kalbar Fokus Kendalikan Hama Ganoderma dan Kumbang Tanduk
Menurut Airlangga, kebijakan ini akan memperkuat likuiditas bank BUMN sehingga mereka memiliki kapasitas dana lebih besar untuk menyalurkan pembiayaan ke sektor produktif.
"Harapan beliau dengan adanya kebijakan misalnya ekspor satu pintu, kemudian devisa hasil ekspor yang seluruhnya melalui Himbara, maka Himbara mempunyai peran yang besar untuk mendorong perekonomian nasional," ujar Airlangga.
Arahan strategis ini telah disampaikan kepada jajaran direksi dan komisaris bank Himbara.
Pemerintah berharap bank BUMN dapat menjalankan peran sebagai agen pembangunan dan konsisten mengalirkan pendanaan ke sektor riil.
Sebelumnya, Bank Indonesia menaikkan BI Rate hingga 100 bps sepanjang 2026 untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan meredam guncangan eksternal.
Kenaikan suku bunga acuan berisiko meningkatkan cost of fund perbankan yang berujung pada potensi kenaikan suku bunga pinjaman.
>>> Pembukaan Kembali Selat Hormuz Angin Segar Manufaktur Nasional
Meski demikian, bank BUMN diharapkan mampu menjaga efisiensi operasional dan likuiditas agar dampak terhadap sektor UMKM dapat ditekan.
Update Terbaru
KKP Dorong Investasi Swasta untuk Perkuat Ekonomi Biru
Jumat / 19-06-2026, 19:44 WIB
Komnas Perempuan Desak Hentikan Militerisasi di Papua yang Perparah Kekerasan
Jumat / 19-06-2026, 19:44 WIB
Pakar ITB: B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Kurangi Impor Solar
Jumat / 19-06-2026, 19:44 WIB
WhatsApp Bantah Gunakan Warna Kontak sebagai Penanda Blokir
Jumat / 19-06-2026, 19:44 WIB
Federasi Sepak Bola Iran Gugat Aturan Perjalanan AS ke FIFA
Jumat / 19-06-2026, 19:44 WIB
BukuWarung Salurkan Pembiayaan Produktif bagi Ribuan Merchant UMKM
Jumat / 19-06-2026, 19:44 WIB
Jalur Sepeda di Palangka Raya Diapresiasi Pesepeda
Jumat / 19-06-2026, 19:40 WIB
Fayzullaev, Pencetak Gol Bersejarah Uzbekistan yang Tolak Julukan Messi Baru
Jumat / 19-06-2026, 19:40 WIB
Daur Ulang Bukan Jawaban: Temuan Ini Bisa Mengubah Segalanya
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Allo Bank Festival 2026 Digelar Besok, Persiapkan Hal Ini
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Menpora: Prabowo Dorong Pembentukan Akademi Olahraga dari SD hingga SMA
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Pamapersada Nusantara Buka Lowongan Business Development Officer untuk Fresh Graduate
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Pemerintah Resmi Terapkan Mandatori Biodiesel B50 Mulai Juli 2026
Jumat / 19-06-2026, 19:36 WIB
Dirut BPJS TK: Program Perisai Makassar Layak Jadi Percontohan Nasional
Jumat / 19-06-2026, 19:35 WIB






