Ancaman penyakit Ganoderma dan serangan kumbang tanduk menjadi perhatian serius bagi perkebunan kelapa sawit rakyat di Kalimantan Barat.

Jika tidak ditangani secara terstruktur, produktivitas sawit rakyat berpotensi menurun.

in1

>>> Pembukaan Kembali Selat Hormuz Angin Segar Manufaktur Nasional

Persoalan ini dibahas dalam workshop Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) yang digelar di Universitas Tanjungpura, Pontianak.

Kegiatan ini mempertemukan petani, akademisi, pemerintah, dan pelaku industri.

Workshop yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) ini berfokus pada pengendalian hama demi menjaga produksi kelapa sawit rakyat.

Langkah tersebut juga bertujuan memperkuat posisi petani dalam rantai pasok industri.

Respons Cepat dan Kolaboratif Diperlukan

Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat Medali Emas Manurung, menyatakan bahwa Ganoderma memerlukan respons cepat dan kolaboratif dari semua pihak terkait.

"Kalbar menjadi salah satu daerah yang serius membahas pengendalian Ganoderma dan kumbang tanduk. Ini penting untuk keberlanjutan sawit rakyat ke depan," ujarnya dalam keterangan, Kamis (18/6/2026).

>>> Mengenang Sejarah Piala Dunia 2010: Spanyol Raih Juara Dunia Pertama

Selain masalah teknis kebun, Gulat menyoroti kerentanan posisi tawar petani akibat fluktuasi industri. Pihaknya mendorong adanya keberpihakan yang nyata agar kondisi petani tidak semakin melemah.

"Kita ingin petani sawit menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mendapatkan harga yang adil," katanya.

Peningkatan Kapasitas SDM dan Regenerasi Petani

Ketua DPW Apkasindo Kalbar, Indra Rustandi, menilai kelemahan sawit rakyat juga dipicu oleh rendahnya kemampuan petani dalam mengelola kebun secara modern.

Penguatan kapasitas SDM menjadi poin krusial yang harus diselesaikan.

Indra menyoroti pentingnya regenerasi petani muda yang saat ini masih terbatas karena minimnya akses pendidikan serta pelatihan perkebunan.

"Fokus utama kami adalah sumber daya manusia dan regenerasi petani sawit," ujarnya.

>>> Dinas Pendidikan Rilis Jadwal Libur Sekolah Semester Dua di Pulau Jawa

Melalui workshop ini, akademisi dan praktisi memberikan pendampingan teknis langsung kepada petani. Upaya kolaboratif lintas sektor ini diharapkan mampu menahan laju penurunan produksi sekaligus mendukung program biodiesel nasional.