Saham KIJA diproyeksikan menguat menuju Rp 220–Rp 230 per saham dalam waktu dekat.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, David Kurniawan, menambahkan bahwa tekanan pada sektor properti diperparah oleh aksi rotasi modal asing ke luar negeri.

in1

Pelemahan rupiah yang sempat menyentuh Rp 17.762 per dolar AS menjadi faktor penekan tambahan.

David melihat emiten kawasan industri tetap solid berkat permintaan lahan untuk pusat data, logistik kendaraan listrik, dan relokasi pabrik global.

Ia merekomendasikan beli saham PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA).

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia, Muhammad Wafi, menjelaskan bahwa penurunan indeks properti didorong oleh faktor sentimen dan aksi ambil untung.

Saham BSDE, CTRA, dan SMRA diidentifikasi sebagai penekan utama pergerakan indeks.

Kenaikan suku bunga acuan memperbesar beban bunga dan menekan permintaan kredit hunian pada emiten dengan rasio utang tinggi.

Wafi menyarankan investor memprioritaskan saham perusahaan dengan pendapatan berulang kuat dan rasio utang aman.

>>> Namkoong Min dan Jin Ah Reum Umumkan Kehamilan Anak Pertama

Ia menganjurkan menghindari emiten residensial murni dengan debt to equity ratio (DER) kurang dari 2x.