Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan pembatasan dari otoritas Amerika Serikat.

Kebijakan itu dinilai memangkas waktu latihan skuadnya menjelang pertandingan melawan Belgia di Piala Dunia 2026.

in1

>>> Ghalenoei Protes Keras Persiapan Iran Terhambat Aturan AS

Akibat aturan tersebut, Timnas Iran hanya memiliki waktu persiapan fisik dan teknis kurang dari 16 jam.

Hal ini terjadi karena kewajiban perjalanan rutin dari markas mereka di Tijuana, Meksiko, menuju Amerika Serikat setiap kali bertanding.

Ghalenoei menilai situasi ini menciptakan ketidakadilan bagi skuad Iran. Persiapan mereka jauh lebih sulit dibandingkan dengan tim nasional Belgia yang memiliki waktu latihan lebih panjang.

"Kami hanya bisa berlatih setengah dari waktu normal. Kami ingin persiapan fisik dan teknis yang ideal," ujar Ghalenoei.

Ia membandingkan situasi ini dengan laga perdana melawan Selandia Baru yang berakhir imbang 2-2. Saat itu, Iran masih memiliki waktu persiapan sekitar 24 jam sebelum pertandingan.

>>> Ramalan Zodiak Cinta 21 Juni: Capricorn Makin Mesra, Scorpio Jaga Kepercayaan

"Mengapa kami tidak diizinkan datang lebih awal untuk dua pertandingan pertama?" kata Ghalenoei.

Meski mengkritik pembatasan tersebut, Ghalenoei tetap mengapresiasi upaya FIFA dan Presiden Gianni Infantino. Ia menilai mereka telah berusaha membantu mengatasi kendala logistik yang dihadapi timnya.

"Belgia datang lebih awal dan bisa berlatih dengan baik. Mereka tim kuat dan sangat dihormati.

Tapi kami juga Iran, kami punya pemain bagus dengan potensi besar," tegas Ghalenoei.

Hingga berita ini diturunkan, pertandingan antara Iran dan Belgia masih berlangsung dengan skor imbang 0-0 di babak pertama.

>>> Kapan Waktu yang Tepat Mencuci Bra? Ini Penjelasan Ahli

Gol dari penyerang Iran, Mehdi Taremi, dianulir oleh VAR karena dinyatakan offside.