Tren kesehatan baru kembali viral di media sosial, kali ini soal kebiasaan menginjak garam Epsom sebelum tidur.

Praktik yang disebut sebagai bentuk 'grounding' ini diklaim dapat membuat tubuh lebih rileks dan meningkatkan kualitas tidur.

in1

>>> Penyanyi Iran Divonis 74 Cambukan Usai Tampil Tanpa Hijab di YouTube

Pengguna TikTok Tammy Weatherhead menjadi salah satu yang mempopulerkan tren tersebut.

Dalam videonya, ia menuangkan garam Epsom ke loyang datar lalu menggesekkan telapak kaki di atas butiran garam sebelum tidur.

Menurut Tammy, ritual ini tidak hanya membantu mengangkat sel kulit mati, tetapi juga mengurangi peradangan dan menenangkan sistem saraf.

Ia bahkan mengklaim kebiasaan itu bisa menurunkan hormon stres kortisol dan meningkatkan serotonin.

"Rasanya luar biasa dengan cara yang sulit dijelaskan," katanya. Banyak pengguna lain ikut mencoba dan mengaku lebih tenang serta kecemasannya berkurang.

Klaim Ilmiah Diragukan Ahli

Meski populer, para ahli mengingatkan bahwa sebagian besar klaim tersebut belum didukung bukti ilmiah yang kuat.

Dokter penyakit dalam Dr. Yoshua Quinones mengatakan belum ada penelitian yang membuktikan bahwa berdiri di atas garam Epsom dapat meningkatkan serotonin atau menurunkan kortisol.

Menurut Quinones, manfaat paling jelas dari praktik ini adalah eksfoliasi kaki. Sensasi tekstur garam mungkin terasa menenangkan, sehingga membantu relaksasi menjelang tidur.

>>> Kompak! Anang, Ashanty, dan Azriel Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

"Efek menenangkan yang dirasakan kemungkinan berasal dari pengalaman sensorik dan ritual relaksasi, bukan reaksi kimia dari garam," jelasnya, seperti dikutip dari New York Post.

Ia mengingatkan bahwa metode ini tidak cocok untuk semua orang.

Mereka yang memiliki luka terbuka, kulit pecah-pecah, gangguan kaki akibat diabetes, atau neuropati sebaiknya menghindarinya karena risiko iritasi.