Banyak orang mengeluhkan sulit tidur meski tubuh lelah. Salah satu pemicu yang sering tidak disadari adalah kebiasaan minum kopi di waktu yang kurang tepat.

Kafein dalam kopi berfungsi sebagai stimulan yang meningkatkan fokus dan kewaspadaan. Namun, efeknya bisa bertahan lama dan mengganggu siklus tidur alami.

>>> Gen Z Jadi Target Utama Perusahaan Asuransi 2026, Ini Alasannya

Bagi penderita insomnia, menikmati kopi bukan hal yang dilarang sepenuhnya. Kuncinya terletak pada pengaturan jadwal dan jumlah asupan kafein.

Panduan Mengatur Waktu Minum Kopi yang Tepat

Menyeduh kopi segera setelah bangun tidur kurang disarankan secara medis. Tubuh secara alami memproduksi hormon kortisol yang memberikan energi di pagi hari.

Mengonsumsi kafein saat kadar kortisol tinggi membuat efek kopi kurang maksimal. Waktu ideal untuk kopi pertama adalah 60 hingga 90 menit setelah bangun tidur.

Penting untuk memahami bagaimana tubuh bereaksi terhadap kafein. Tingkat sensitivitas setiap individu sangat beragam.

Ada orang yang tetap bisa tidur nyenyak meski minum kopi di sore hari. Sebaliknya, ada yang langsung mengalami gangguan tidur hanya karena satu cangkir kopi di siang hari.

Pahami dua hal penting mengenai respons tubuh terhadap kafein:

  • Identifikasi kapan tubuh mulai merasa terlalu sensitif terhadap efek kafein.
  • Perhatikan berapa lama efek terjaga atau detak jantung meningkat bertahan.

Dengan mengenali pola reaksi tubuh, Anda dapat menentukan batas waktu terakhir yang aman untuk minum kopi. Langkah ini penting agar manfaat kopi tetap didapat tanpa harus terjaga semalaman.

Hindari Konsumsi Kopi Saat Lambung Kosong

Minum kopi sebelum mengisi perut dapat memicu ketidaknyamanan pada sistem pencernaan. Asam lambung lebih mudah naik akibat rangsangan kafein.