Mendag Kaji Peningkatan Distribusi Minyakita Melalui BUMN Pangan
Kementerian Perdagangan tengah mengkaji peluang untuk menyalurkan seluruh distribusi Minyakita melalui BUMN Pangan, yaitu Perum Bulog dan ID Food.
Langkah ini dipertimbangkan untuk memperketat pengawasan harga di tingkat konsumen, seperti dilansir dari Detik Finance pada Senin (22/6/2026).
>>> IHSG Anjlok 1,25% ke Level 6.099 pada Paruh Pertama Perdagangan
Menteri Perdagangan Budi Santoso menjelaskan bahwa kebijakan tersebut diambil sebagai upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga.
Evaluasi ini diharapkan mampu memotong rantai distribusi yang selama ini dinilai terlalu panjang.
"Jadi, yang akan kita lakukan, yang pertama adalah kita akan menaikkan porsi distribusi untuk BUMN Pangan," ujar Budi Santoso.
Saat ini, kuota penyaluran Minyakita oleh BUMN Pangan tercatat minimal sebesar 35 persen.
Pemerintah berencana mendongkrak angka tersebut secara signifikan hingga melewati paruh total pasokan nasional.
"Sekarang kan minimal 35%. Nah, sekarang kita kaji untuk dinaikkan.
Ya, sudah kita hitung. Bisa aja misalnya di atas 50%," beber Budi Santoso.
>>> Coolpad Cool 80 Resmi Meluncur dengan Desain Mirip iPhone, Harga Rp 1,8 Jutaan
Terkait opsi pengalihan seluruh distribusi hingga mencapai 100 persen kepada Bulog dan ID Food, Budi Santoso tidak membantah kemungkinan tersebut.
Kendati demikian, skema pemindahan penuh ini akan berjalan secara bertahap karena mempertimbangkan peran pedagang pasar saat ini.
"Nanti bertahap, tidak langsung. Karena gini, sebagian kan masih disalurkan oleh pedagang di pasar," terang Budi Santoso.
Pengawasan harga di lapangan diklaim akan menjadi lebih mudah melalui penunjukan langsung kedua BUMN tersebut.
Mekanisme ini memungkinkan pengawasan ketat karena distributor langsung berhubungan dengan pengecer resmi melalui skema harga yang teratur.
Pemerintah juga memastikan akan menerapkan sanksi tegas berupa pencopotan hak dagang bagi mitra yang melanggar ketentuan harga.
"Sehingga kalau pengecer menjual sesuai HET kan juga sudah diuntungkan sebenarnya. Jadi tidak boleh menjual lebih.
>>> Furnitur Berkualitas Jadi Investasi Jangka Panjang Hunian Modern
Kalau mereka menjual lebih, ya nanti akan di-blacklist dan tidak menjadi pengecer lagi atau tidak menjadi mitranya Bulog atau ID Food," jelas Budi Santoso.
Update Terbaru
Kemenkes Bantah Markup Anggaran Alkes RSUD Krui, Beberkan Rincian Rp56,7 M
Senin / 22-06-2026, 15:08 WIB
CNN Indonesia dan KNEKS Gelar Anugerah Adinata Syariah 2026
Senin / 22-06-2026, 15:08 WIB
Iran Usir Israel dari Lebanon: Angkat Kaki atau Kami Paksa dengan Hina
Senin / 22-06-2026, 15:07 WIB
IHSG Melemah ke Level 6.099, Aksi Jual Asing Capai Rp771 Miliar
Senin / 22-06-2026, 15:07 WIB
Timnas Iran Protes Diskriminasi Akomodasi di Piala Dunia 2026
Senin / 22-06-2026, 15:07 WIB
Aksi Manajer MSi Racing Singkirkan Sampanye di Moto3 Ceko Menuai Pujian
Senin / 22-06-2026, 15:07 WIB
Giancarlo Esposito Dikabarkan Jadi Mualaf di Arab Saudi Saat Proses Syuting Film
Senin / 22-06-2026, 15:07 WIB
Kwetiau Sapi Bang Rusdi: Kuliner Halal Otentik Racikan Mantan Chef Hotel
Senin / 22-06-2026, 15:07 WIB
Alireza Beiranvand Bikin Belgia Frustrasi Setelah Iran Tahan Imbang Tanpa Gol di Piala Dunia 2026
Senin / 22-06-2026, 15:05 WIB
Apa Pekerjaan Luca Spiteri? Sosok Suami Lina Mukherjee yang Baru Menikah di Itali
Senin / 22-06-2026, 15:04 WIB
Mendag Bantah NIB Pedagang Online Berujung Pajak Baru
Senin / 22-06-2026, 15:02 WIB
Pemerintah Revisi Aturan Outsourcing Sesuai Instruksi Presiden Prabowo
Senin / 22-06-2026, 15:02 WIB
Akun Instagram Perancis Soroti Keaslian Jam Tangan Giorgio Antonio
Senin / 22-06-2026, 15:02 WIB
Giancarlo Esposito Dikabarkan Masuk Islam Saat Syuting di Arab Saudi
Senin / 22-06-2026, 15:01 WIB






