Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal bertahan di zona hijau pada paruh pertama perdagangan, Senin (22/6/2026).

Indeks ditutup melemah 1,25% atau 77,214 basis poin ke level 6.099,925.

in1

>>> Coolpad Cool 80 Resmi Meluncur dengan Desain Mirip iPhone, Harga Rp 1,8 Jutaan

Sebelumnya, IHSG sempat dibuka di level 6.177 pada pukul 09.00 WIB.

Pergerakan indeks sangat variatif dengan volatilitas tinggi, menyentuh batas atas 6.226 dan batas bawah harian di level 6.052.

Tekanan jual dipicu oleh aksi ambil untung dan koreksi massal pada sepuluh dari sebelas sektor saham. Sektor kesehatan menjadi pemberat terdalam dengan anjlok signifikan sebesar 2,58%.

Sektor Properti Satu-satunya yang Hijau

Satu-satunya sektor yang berhasil melawan arus pelemahan adalah properti dan real estat, yang naik tipis 0,02%.

Sementara itu, sektor industri turun 2,09%, barang konsumen siklikal minus 2,00%, dan barang baku minus 1,99%.

>>> Furnitur Berkualitas Jadi Investasi Jangka Panjang Hunian Modern

Sektor keuangan terkoreksi 1,75%, infrastruktur minus 0,83%, transportasi dan logistik minus 0,79%, barang konsumen non-siklikal minus 0,53%, energi minus 0,28%, dan teknologi minus 0,04%.

Statistik bursa mencatat 476 saham melemah, 200 saham menguat, dan sisanya stagnan.

Saham dengan nilai transaksi terbesar antara lain PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Pelemahan IHSG juga diikuti indeks saham unggulan.

>>> Koper Istri Jordan Pickford Hilang Saat Tiba di Texas

LQ45 tergelincir 1,27% ke level 601,671, Jakarta Islamic Index melemah 1,67% ke 362,270, IDX30 terkoreksi 1,34% ke 340,135, dan MNC36 turun 1,59% ke 265,825.