Pola pengasuhan anak berbakat memiliki tantangan tersendiri yang berbeda dari anggapan masyarakat pada umumnya.

Banyak orang mengira anak pintar selalu dididik dengan sangat keras dan berada di bawah tekanan tinggi.

>>> OJK Catat Rasio Gagal Bayar Pinjol Naik ke 4,62% per April 2026

Kisah pengasuhan unik ini dibagikan oleh seorang ibu bernama Bunda Nandini Kochhar.

Putranya yang bernama Aaryaveer Kochhar berhasil masuk dalam daftar siswa "paling cerdas di dunia" pada usia 9 tahun.

Daftar prestisius tersebut dikeluarkan oleh Johns Hopkins Center for Talented Youth (CTY) di Amerika Serikat.

Penilaian ini diperoleh setelah melakukan pengujian tingkat kelas terhadap lebih dari 15.300 siswa berbakat yang berasal dari 76 negara.

Aaryaveer Kochhar menorehkan prestasi luar biasa dengan meraih skor di persentil ke-99 pada bidang Matematika.

Bocah tersebut sudah menguasai berbagai konsep rumit seperti penyelesaian persamaan dan pertidaksamaan dua langkah di usia yang sangat muda.

Tanda-tanda kecerdasan di atas rata-rata ini sebenarnya sudah disadari oleh orang tuanya sejak dini.

Aaryaveer sudah mampu membaca kata tiga huruf serta menyelesaikan soal matematika sederhana saat baru menginjak usia dua tahun.

"Kami mulai menyadari hal ini sejak usia sangat dini ketika kami melihat dia sudah bisa membaca kata-kata tiga huruf dan mengerjakan soal matematika sederhana pada usia dua tahun," ungkap Kochhar.

Perkembangan kemampuan akademik Aaryaveer berjalan dengan sangat cepat seiring bertambahnya usia.

Ia kemudian dikategorikan sebagai anak berbakat luar biasa yang menempatkannya di jajaran top 0,2 persen di seluruh dunia.

"Di usianya yang baru 11 tahun, ia telah diidentifikasi sebagai anak berbakat luar biasa, menempatkannya di 0,2 persen teratas di seluruh dunia," katanya.