Energi pengasuhannya justru dialihkan untuk membangun momen kebersamaan yang hangat di dalam rumah.

"Karena dia mandiri, saya tidak perlu memotivasi kegiatan akademiknya.

Jadi saya mencurahkan energi saya untuk merencanakan kegiatan yang menyenangkan, malam menonton film, petualangan di luar ruangan, malam bermain gim, dan hal-hal lain yang kami semua nantikan sebagai keluarga," ujarnya.

Fleksibilitas jadwal harian juga menjadi kunci penting yang diterapkan di rumah. Pola pengaturan waktu sekolah dan aktivitas luar ruangan disesuaikan secara berimbang agar tidak saling memberatkan.

"Saya juga memastikan bahwa ketika dia memiliki tenggat waktu untuk kegiatan di luar sekolah, saya mengizinkannya untuk mengambil beberapa hari libur dari sekolah.

Dan ketika ada tenggat waktu sekolah, saya memastikan dia menghentikan beberapa aktivitasnya yang lain," katanya.

Prinsip utama yang dipegang oleh Kochhar bukanlah soal pencapaian prestasi akademik semata. Kebahagiaan anak dan kesempatan untuk menikmati masa kecil yang normal tetap menjadi prioritas paling utama.

"Pada dasarnya, fokus saya tetap pada menjaga kebahagiaannya dan memberinya masa kecil yang normal meskipun prestasinya melampaui usianya," tuturnya.

Metode Menanamkan Kerendahan Hati dan Mengelola Stres

Selain menjaga kebahagiaan, Bunda Nandini Kochhar juga sangat menekankan pentingnya sikap rendah hati kepada anak-anaknya.

Langkah ini diambil agar sang anak tidak tumbuh menjadi pribadi yang sombong atas segala pencapaiannya.

"Sejak awal, bagi kedua anak saya, kerendahan hati telah menjadi bagian utama dari didikan saya.

Meskipun saya merayakan prestasi putra saya dengan penuh antusiasme, saya juga meluangkan waktu untuk memastikan dia tidak menjadi sombong," ujarnya.

"Dia harus tetap rendah hati dan membumi, mengakui dan menghargai kemampuan dan prestasi orang lain juga. Dengan cara ini, saya merasa dia tidak akan terlalu memendam kekalahan," lanjutnya.