Daya pikir yang tinggi juga membawa Aaryaveer diterima sebagai anggota di dua komunitas IQ tinggi paling bergengsi di dunia.

Ia resmi bergabung dengan Mensa dan Intertel, bahkan kini dipercaya memegang peran sebagai duta global untuk anak-anak berbakat.

"Ia juga diterima di dua perkumpulan IQ tinggi paling bergengsi di dunia, Mensa dan Intertel, yang bukanlah prestasi kecil.

Kini ia dinobatkan sebagai duta global untuk anak-anak berbakat," jelas Kochhar.

Kendati demikian, kapasitas intelektual yang besar ini membawa tantangan tersendiri dalam kehidupan sosial Aaryaveer. Anak berbakat seperti dirinya cenderung kesulitan untuk bergaul dengan teman-teman sebaya.

Mereka umumnya merasa lebih nyaman berinteraksi di lingkungan yang memiliki kesamaan minat.

Jika tidak menemukan ekosistem yang cocok, mereka cenderung menarik diri ke dunia sendiri dan menghabiskan waktu secara mandiri.

"Putra saya sangat sosial dan terlibat dengan antusias ketika ia menemukan teman yang cocok dengannya, tetapi ini cenderung orang-orang seperti profesor IIT, matematikawan, atau astronom, sangat jarang anak-anak lain," ujar Kochhar.

Menghadapi kondisi sang putra, Bunda Kochhar menerapkan metode pengasuhan yang berfokus pada kestabilan emosi. Ia berupaya keras memastikan agar Aaryaveer tidak merasa terbebani oleh kemampuan akademiknya yang menonjol.

"Peran utama saya adalah memastikan dia tidak merasa terpressure.

>>> Hindari 4 Warna Cat Ini di Kamar Tidur karena Dianggap Bawa Sial

Meskipun putra saya paling bahagia saat meneliti matematika atau mempelajari benda-benda langit, saya berusaha memastikan lingkungan rumah kami menyenangkan, ringan, dan yang terpenting, damai," kata Kochhar.

Kemandirian yang tinggi dalam belajar membuat Kochhar tidak perlu memberikan dorongan atau paksaan ekstra untuk urusan sekolah.