Penerbangan murah kerap menjadi pilihan utama saat liburan atau mudik karena selisih harga yang signifikan dibanding maskapai reguler.

Namun, harga murah belum tentu lebih hemat jika tidak memperhitungkan berbagai biaya tambahan.

in1

>>> Prediksi Skotlandia vs Brasil di Piala Dunia 2026: Samba Siap Amankan Tiket 32 Besar

Ada sejumlah kekurangan yang sering kali baru disadari setelah tiket dibeli, mulai dari biaya bagasi hingga keterbatasan layanan.

Berikut tujuh di antaranya.

1. Biaya Bagasi Bisa Membuat Tiket Jauh Lebih Mahal

Harga tiket murah umumnya belum termasuk bagasi tercatat. Bagi penumpang yang membawa koper untuk beberapa hari, biaya bagasi menjadi pengeluaran tambahan yang tidak bisa dihindari.

Dalam beberapa kasus, biaya ini bisa mencapai ratusan ribu rupiah, sehingga total pengeluaran mendekati atau bahkan menyamai harga tiket maskapai reguler.

2. Pemilihan Kursi Biasanya Berbayar

Banyak maskapai berbiaya rendah menerapkan biaya tambahan bagi penumpang yang ingin memilih kursi sendiri. Jika ingin duduk bersebelahan dengan pasangan atau keluarga, biasanya harus membayar.

Tanpa biaya tambahan, sistem akan menempatkan kursi secara otomatis dan tidak menutup kemungkinan anggota rombongan duduk terpisah.

3. Aturan Bagasi Kabin Lebih Ketat

Maskapai berbiaya rendah umumnya menerapkan batas ukuran dan berat bagasi kabin yang lebih ketat. Jika melebihi batas, penumpang bisa dikenakan biaya tambahan saat check-in atau di gerbang.

Biaya tersebut biasanya lebih mahal dibandingkan jika dibayarkan sejak awal.

4. Sulit Mengubah Jadwal atau Membatalkan Tiket

Tiket murah umumnya disertai syarat yang ketat, seperti tidak dapat dibatalkan, tidak refund, atau dikenakan biaya perubahan jadwal tinggi.

>>> Ibrahimovic Sindir Ronaldo yang Emosional usai Portugal vs Uzbekistan