Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un menyatakan tekadnya untuk melengkapi angkatan laut dengan senjata nuklir dan membangun kapal perang berukuran lebih besar.

Pernyataan itu disampaikan dalam pidato saat menghadiri upacara pengoperasian kapal perang Choe Hyon di kota pelabuhan Nampho pada Rabu (24/6).

in1

>>> Harga GTA 6 Resmi: Edisi Standar $79,99, Ultimate $99,99

Kim mengatakan program untuk melengkapi angkatan laut dengan senjata nuklir berjalan sesuai rencana tanpa hambatan.

"Ini merupakan langkah strategis yang sangat penting karena akan memungkinkan kekuatan nuklir negara kami siap digunakan secara lebih beragam dan efektif," ujarnya seperti dikutip AFP.

Foto-foto yang dirilis media pemerintah menunjukkan Kim memberi hormat di atas kapal Choe Hyon didampingi para pejabat senior sebelum menyampaikan pidato.

Kapal Choe Hyon merupakan satu dari dua kapal perang kelas 5.000 ton yang diluncurkan Korea Utara tahun lalu.

Sebelumnya, Korea Utara menyatakan Choe Hyon dipersenjatai dengan persenjataan paling kuat. Pada April lalu, Kim juga mengawasi uji coba rudal jelajah yang diluncurkan dari kapal tersebut.

Kim menambahkan bahwa setelah Choe Hyon, pihaknya akan segera mengoperasikan kapal perusak Kang Kon. Selanjutnya, Korea Utara akan meluncurkan kapal perang strategis berbobot 10.000 ton secara bertahap.

Ia juga mengungkapkan rencana membangun dua kapal perang permukaan setiap tahun dengan kelas lebih tinggi dibanding Choe Hyon, termasuk kapal penjelajah berbobot 10.000 ton.

>>> Adu Gaya BA Louis Vuitton: Gong Yoo hingga J-Hope BTS di Paris Fashion Week

Sebagai perbandingan, kapal perang kelas 10.000 ton seperti kapal perusak kelas Arleigh Burke milik Angkatan Laut AS atau kelas Sejong the Great milik Korea Selatan umumnya memiliki panjang sekitar 150-170 meter.