Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kembali menggenjot kekuatan militer negaranya. Ia menyebut ancaman perang nuklir sudah di depan mata.

Pernyataan itu disampaikan dalam pidato penutup pertemuan tiga hari Partai Buruh Korea yang berakhir pada Senin (22/6).

in1

>>> IHSG Ambles 1,29 Persen ke 6.037 pada Sesi I

Menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Kim menegaskan kembali pendirian kebijakan partai untuk meningkatkan kemampuan pertahanan nasional dengan lebih cepat.

Kim menyebut modernisasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Korea Selatan semakin mendekatkan ancaman perang nuklir. Kerja sama kedua negara dalam pembuatan kapal selam nuklir disebut membuatnya murka.

"AS dan Korea Selatan terus mendorong kepemilikan kapal selam nuklir Korea Selatan sambil semakin terang-terangan dalam upaya penguatan dan modernisasi angkatan bersenjata di kawasan tersebut," ujar Kim.

>>> Satu Rekor Piala Dunia yang Belum Terpecahkan Messi

Langkah-langkah itu, menurut Kim, mendorong situasi di Semenanjung Korea ke ambang perang nuklir.

Korea Utara pun memiliki sikap teguh untuk memperluas dan memperkuat pencegahan yang ampuh dan dapat diandalkan untuk membela diri.

Pyongyang saat ini berada di bawah sejumlah sanksi terkait program nuklirnya.

>>> Turis Pakai Sandal Jepit di Cinque Terre Bisa Didenda Rp 51 Juta

Secara teknis, Korea Utara dan Korea Selatan masih dalam keadaan perang karena konflik 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian.