Militer Israel merilis peta baru yang menandai perluasan zona kendali operasi militer di Lebanon selatan.

Wilayah operasional kini menjangkau area lebih dalam ke utara, termasuk di dekat kota Nabatieh yang berada di utara Sungai Litani.

in1

>>> INDEF: Produksi PLTS dan BESS Dorong Penyerapan Mineral Kritis

Dalam pernyataan resmi, militer Israel menyebut wilayah tersebut sebagai "zona keamanan tempat tentara IDF beroperasi di Lebanon selatan."

Langkah ini memperlebar jangkauan pergerakan militer Israel yang sebelumnya hanya fokus pada zona penyangga di sepanjang perbatasan.

Latar Belakang Konflik dan Situasi Perbatasan

Angkatan Pertahanan Israel meluncurkan invasi ke Lebanon selatan sejak Maret lalu sebagai respons atas serangan roket dari kelompok militan Hezbollah yang didukung Iran.

Baku tembak di perbatasan terus berlanjut sejak saat itu.

Operasi Israel dilaporkan telah menghancurkan sejumlah desa dan memicu gelombang pengungsian besar di Lebanon selatan. Sementara itu, Hezbollah membalas menggunakan drone peledak ke posisi militer Israel.

Negosiasi Diplomatik dan Ketegangan dengan AS

Pemerintah Israel dilaporkan sedang berdiskusi dengan Amerika Serikat mengenai kelanjutan penempatan tentara mereka.

Dua pejabat Israel mengungkapkan bahwa pembicaraan masih terus dilakukan, dengan salah satu pejabat senior menggambarkan diskusi itu sebagai "keras kepala."

Sebuah kesepakatan sementara antara AS, Israel, dan Iran yang diumumkan pada Rabu lalu meminta penghentian pertempuran di seluruh front.

Kesepakatan itu juga menekankan prinsip kedaulatan serta integritas teritorial Lebanon.

>>> Kemenkes Rekomendasikan 5 Bahan Tradisional untuk Redakan Batuk

Silang Pendapat Netanyahu dan Trump

Hubungan diplomatik antara Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump memanas terkait penerapan poin-poin kesepakatan.

Pemerintah Israel menganggap perjanjian itu belum kuat dalam membatasi operasi militer di Lebanon serta mengantisipasi program nuklir Iran.