Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan bahwa negaranya saat ini lebih memerlukan investasi daripada bantuan kemanusiaan untuk mendorong pemulihan dan rekonstruksi.

"Lebanon tidak membutuhkan bantuan. Lebanon membutuhkan investasi.

>>> PP Persis Apresiasi Kelancaran Haji 2026 dan Perbaikan Layanan

Diaspora Lebanon akan berkontribusi terhadap kebangkitan tanah air mereka," kata Aoun dalam pertemuan dengan delegasi menteri dari Qatar, Inggris, dan Prancis pada Kamis.

Ia menambahkan bahwa fondasi yang diperlukan harus disiapkan melalui reformasi yang dapat menjamin kebangkitan serta mendorong diaspora untuk kembali dan berinvestasi di berbagai sektor.

Aoun menegaskan bahwa reformasi ekonomi, keuangan, administrasi, dan peradilan merupakan kebutuhan internal Lebanon, bukan sekadar syarat dari negara-negara sahabat yang mendukung Beirut.

>>> Ekonom: BI Rate Naik untuk Jaga Rupiah dan Redam Inflasi Impor

Namun, ia menjelaskan bahwa sejumlah reformasi yang mulai dijalankan setelah pembentukan pemerintahan terpaksa ditunda akibat konflik dengan Israel.

Presiden Lebanon itu juga menekankan pentingnya dukungan terhadap militer dan aparat keamanan karena mereka berperan menjaga stabilitas dan keamanan yang dibutuhkan untuk memasuki tahap rekonstruksi berikutnya.

Menurut Aoun, pemerintah Lebanon saat ini terus berupaya memulihkan kepercayaan masyarakat internasional dan warga Lebanon terhadap negara.

>>> KPK Gelar Drama Musikal 'Sidik' untuk Kampanye Antikorupsi

Ia menilai pemulihan kepercayaan tersebut menjadi faktor penting untuk mendukung investasi dan mempercepat proses pembangunan kembali negara yang terdampak konflik berkepanjangan.