Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026–2030 Jeffrey Hendrik berkomitmen membawa lembaga tersebut menjadi bursa kelas dunia yang sejajar dengan bursa global besar.

Pernyataan ini disampaikan setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan jajaran direksi baru yang akan disahkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 29 Juni 2026 mendatang.

>>> KTT G7 Berakhir Tanpa Komunike Akhir untuk Kedua Kalinya

Jeffrey Hendrik menyebutkan tiga strategi utama yang akan dijalankan untuk mencapai target tersebut.

Tiga Strategi Utama

Pertama, reformasi pasar modal yang telah berjalan dalam empat bulan terakhir akan dilanjutkan.

Kedua, komitmen untuk meningkatkan transparansi, integritas, dan tata kelola di BEI.

>>> Direksi Baru BEI Berkomitmen Tingkatkan Transparansi Pasar Modal

Ketiga, pendalaman pasar dari sisi permintaan maupun penawaran agar potensi BEI sebagai bursa kelas dunia segera terwujud.

Peningkatan aspek keterbukaan dan tata kelola dinilai krusial seiring meningkatnya antusiasme pemodal dan kebutuhan pendanaan korporasi.

Sebelum penetapan, OJK telah melangsungkan uji kemampuan dan kepatutan terhadap 28 kandidat dari empat paket pengusul untuk menyaring tujuh direktur terpilih.

>>> BSDE Tahan Laba Bersih Rp2,54 Triliun dan Absen Bagikan Dividen

Susunan Direksi BEI periode 2026–2030 terdiri dari Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama, Saidu Solihin (Direktur Penilaian Perusahaan), Irvan Susandy (Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa), Yulianto Aji Sadono (Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan), Abdul Munim (Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko), Iding Pardi (Direktur Pengembangan), serta Umi Kalsum (Direktur Keuangan dan SDM).