Allianz Indonesia Ungkap Inflasi Medis Picu Penyesuaian Premi Asuransi
Inflasi medis di Indonesia diprediksi mencapai 17,8 persen pada tahun 2026, menjadikannya yang tertinggi di Asia.
Kondisi ini mendorong industri asuransi kesehatan melakukan penyesuaian premi untuk menjaga keberlanjutan perlindungan nasabah.
>>> Minum Teh Bisa Perpanjang Umur, Asal Hindari Kesalahan Umum Ini
Proyeksi tersebut berdasarkan laporan Health Trends 2026 dari Mercer Marsh Benefits.
Angka inflasi medis itu melampaui estimasi inflasi umum sebesar 2,5 persen dan rata-rata kawasan Asia sebesar 12,5 persen.
Head of Product Allianz Life Syariah Indonesia Rina Triana menjelaskan bahwa seluruh ekosistem kesehatan menghadapi tantangan akibat tren peningkatan biaya medis.
"Apa respons industri terhadap inflasi medis? Jawabannya adalah repricing.
Inflasi biaya medis menyebabkan penyesuaian premi di asuransi kesehatan, tidak hanya di Allianz, namun seluruh pelaku di industri asuransi," ujar Rina dalam workshop media di Jakarta, Rabu (17/6/2026).
Langkah penyesuaian biaya ini diterapkan untuk menjamin kecukupan manfaat proteksi jangka panjang. Tujuannya agar nasabah tetap mendapatkan akses perawatan medis berkualitas secara berkelanjutan.
Manajemen Allianz Indonesia mencatat rata-rata biaya per kasus penyakit mengalami kenaikan signifikan pada periode 2020-2025. Biaya penyakit jantung melonjak 219 persen dan stroke naik 169 persen.
Rina menambahkan, "Tanpa persiapan finansial yang memadai, satu kejadian medis serius seperti penyakit kritis mampu mengganggu stabilitas keuangan keluarga."
Ia menekankan pentingnya pemahaman dan kesiapan masyarakat agar tetap memperoleh akses layanan kesehatan tanpa mengorbankan kestabilan finansial.
Allianz Life dan Allianz Syariah telah menggelontorkan total klaim dan manfaat senilai Rp 6,3 triliun sepanjang 2025.
Sebesar Rp 3,7 triliun di antaranya dialokasikan khusus untuk pembiayaan klaim kesehatan.
Data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menunjukkan rata-rata klaim kesehatan per orang melonjak dari Rp 27 juta pada 2023 menjadi Rp 48,4 juta pada 2025.
Update Terbaru
Iran: Pelayaran di Selat Hormuz Tetap Perlu Koordinasi dengan Teheran
Jumat / 19-06-2026, 01:32 WIB
Teboho Mokoena Dipastikan Absen Lawan Korea Selatan di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 01:30 WIB
Tears on a Withered Flower Chapter 107: Jadwal Rilis, Spoiler, dan Cara Baca
Jumat / 19-06-2026, 01:29 WIB
Republik Ceko dan Afrika Selatan Imbang 1-1 di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 01:29 WIB
Uni Eropa Pertimbangkan Cabut Sanksi Nuklir Iran Jika Ada Kesepakatan
Jumat / 19-06-2026, 01:28 WIB
Pelatih Afrika Selatan Protes Sanksi Themba Zwane Jelang Lawan Ceko
Jumat / 19-06-2026, 01:25 WIB
Iran dan Kuwait Bahas Nota Kesepahaman Teheran-Washington
Jumat / 19-06-2026, 01:25 WIB
Iran dan Prancis Bahas Keamanan Navigasi di Selat Hormuz
Jumat / 19-06-2026, 01:24 WIB
Pria Florida Ditangkap karena DUI dengan 34 Kaleng White Claw Terbuka di Mobil
Jumat / 19-06-2026, 01:21 WIB
Pahami Doa Kurban Idul Adha dan Tata Cara Penyembelihan Sesuai Syariat
Jumat / 19-06-2026, 01:10 WIB
Jorge Martin Dilarikan ke Rumah Sakit Usai Kecelakaan Tes MotoGP Catalunya
Jumat / 19-06-2026, 01:09 WIB
Luca Marini Bantu Johann Zarco Usai Kecelakaan Mengerikan di MotoGP Catalunya
Jumat / 19-06-2026, 01:09 WIB
Aldi Satya Mahendra Finis Keempat pada World Supersport Ceko
Jumat / 19-06-2026, 01:09 WIB
PKB Harap PDIP Bersikap Tegas soal Posisi Politik
Jumat / 19-06-2026, 01:09 WIB






