>>> Pemerintah Bahas Subsidi PLN dan Persiapan Peluncuran Biodiesel B50

Total nilai klaim kesehatan industri mencapai Rp 26,74 triliun.

Teknologi Medis Dorong Kenaikan Biaya

in1

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Bayushi Eka Putra memaparkan bahwa fenomena tingginya biaya kesehatan juga dipengaruhi oleh penggunaan teknologi medis modern.

Teknologi ini mampu mendongkrak angka harapan hidup masyarakat hingga 74 tahun.

"Penyakit kardiovaskular merenggut hampir 800.000 nyawa per tahun," ucap Bayushi.

Ia menambahkan bahwa penyakit tidak menular kini berkontribusi terhadap 75 persen dari total kematian di Indonesia dan semakin sering menyerang kelompok usia produktif 30-40 tahun.

"Rahasianya ada di teknologi medis yang makin meningkat. Alat-alat canggih terbukti meningkatkan hingga 35 persen kenaikan usia harapan hidup manusia modern," ungkap Bayushi.

Peningkatan fasilitas dan pembaruan alat medis berteknologi tinggi oleh rumah sakit membuat beban operasional serta biaya perawatan bergerak tiga kali lebih cepat daripada rata-rata kenaikan upah pekerja.

"Inflasi medis tidak bisa ditekan secara mudah, karena rumah sakit wajib membeli alat-alat teknologi baru," ucap Bayushi.

Masyarakat diimbau mengombinasikan gaya hidup sehat untuk menekan risiko penyakit kronis sekaligus menyiapkan proteksi finansial berlapis melalui jaminan kesehatan sosial dan asuransi komersial privat.

"Kalau hanya mengandalkan tabungan biasa itu sangat berbahaya," ucap Bayushi.

Asuransi swasta dinilai dapat menjadi instrumen akselerasi bagi pasien untuk mengakses penanganan medis terbaik tanpa terhambat batasan prosedur standar.

>>> AIIB Kucurkan Rp303 Triliun untuk Proyek Infrastruktur Indonesia

"Asuransi swasta berfungsi sebagai akselerasi agar pasien bisa langsung mendapat teknologi terbaik," tutup Bayushi.