Manajemen Arema FC mengambil keputusan mengejutkan dengan tetap mempertahankan Marcos Santos sebagai pelatih kepala untuk musim depan.

Keputusan ini diambil meskipun tim gagal mencapai target posisi lima besar pada kompetisi BRI Super League 2025/2026.

in1

>>> Pemula Wajib Menyusun Rencana Keuangan demi Stabilkan Finansial

Arema FC harus puas mengakhiri kompetisi di peringkat ke-9.

Tidak hanya memperpanjang masa bakti pelatih asal Brasil tersebut, manajemen juga mempertahankan asisten pelatih Andre Caldas.

General Manager Arema, Yusrinal Fitriandi, menjelaskan bahwa keputusan ini didasari oleh fondasi tim yang sudah mulai terbentuk.

Manajemen menilai proses pengembangan tim perlu dilanjutkan agar berjalan lebih baik pada musim berikutnya.

"Kami memutuskan mempertahankan Marcos Santos dan Andre Caldas sebagai assistennya. Kami melihat ada fondasi yang sudah dibangun.

Dan perlu dilanjutkan agar proses pengembangan tim berjalan lebih baik," kata Yusrinal Fitriandi.

Salah satu pencapaian Marcos Santos yang diapresiasi manajemen adalah kemampuannya menjaga keharmonisan ruang ganti.

Selama satu musim kompetisi, internal tim Singo Edan dinilai sangat kondusif tanpa adanya konflik yang berarti.

"Coach Marcos berhasil mengayomi pemain dan menjaga tim tetap kondusif. Satu musim berjalan, tidak ada persoalan internal yang mengganggu.

Itu menjadi nilai penting dalam evaluasi kami," ujar pria yang akrab disapa Inal tersebut.

Kebijakan ini sekaligus menjadi sinyal perubahan bagi manajemen Arema FC yang ingin mengikis kebiasaan sering berganti juru taktik.

>>> Alfamart Gelar Promo Gantung 27 April-3 Mei 2026, Diskon Susu hingga Sabun

Posisi Marcos Santos tetap aman dari pemecatan sekalipun performa tim sempat fluktuatif dan memicu protes dari Aremania.

"Selama beberapa musim terakhir, kami cukup sering berganti pelatih. Coach Marcos mampu menyelesaikan persoalan itu.