Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh mengumumkan agenda perubahan besar dalam pidato perdananya.

Langkah ini diambil usai bank sentral Amerika Serikat menahan suku bunga acuan di kisaran target 3,5%-3,75%.

in1

>>> DPR Setujui Tambahan Anggaran Kemenag Rp 41,8 Triliun untuk 2027

Prioritas utama bank sentral adalah mengembalikan stabilitas harga. Di samping itu, institusi ini juga meninjau ulang berbagai kerangka kebijakan moneter yang selama ini digunakan.

Keputusan mempertahankan suku bunga tersebut diambil secara bulat oleh Federal Open Market Committee (FOMC).

Warsh menilai ekonomi AS masih tumbuh solid dengan dukungan produktivitas dan investasi yang kuat, sementara pasar tenaga kerja tetap stabil.

Meski demikian, inflasi diakui masih menjadi persoalan utama.

Laju inflasi telah berada di atas target 2% The Fed selama lebih dari lima tahun dan menjadi beban bagi masyarakat Amerika.

"Saya senang melaporkan bahwa anggota FOMC bersikap tegas dan bulat.

Komite ini akan mewujudkan stabilitas harga," ujar Warsh dalam konferensi pers usai rapat FOMC, Kamis (18/6/2026).

Warsh menegaskan perubahan kepemimpinan menjadi momentum untuk mengevaluasi relevansi praktik kebijakan moneter saat ini dengan tantangan ekonomi ke depan.

Penghapusan Forward Guidance

Salah satu perubahan paling signifikan adalah penghapusan forward guidance atau panduan arah kebijakan suku bunga ke depan dari pernyataan kebijakan The Fed.

Selama lebih dari satu dekade terakhir, instrumen ini penting untuk memberikan sinyal arah kebijakan suku bunga.

Tujuannya guna membantu pasar keuangan, pelaku usaha, dan rumah tangga membentuk ekspektasi ekonomi.

Namun, Warsh menilai pendekatan tersebut tidak lagi sesuai dengan kondisi saat ini yang dipenuhi ketidakpastian dan perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.