Pernyataan kebijakan terbaru sengaja dibuat lebih singkat, lebih sederhana, dan hanya berisi fakta ekonomi yang dinilai relevan oleh FOMC.

"Yang juga tidak lagi ada adalah forward guidance, yang kami sepakati tidak cocok untuk kondisi kebijakan saat ini," ujarnya.

Kebijakan Tanpa Dot Plot Pribadi

in1

Berbeda dari tradisi Ketua The Fed sebelumnya, Warsh memilih tidak memasukkan proyeksi suku bunga pribadinya atau dot plot ke dalam Summary of Economic Projections (SEP).

Ia menilai mekanisme dot plot dalam format saat ini belum tentu membantu proses pengambilan keputusan kebijakan. Meski demikian, anggota FOMC lain tetap didorong untuk menyampaikan proyeksi masing-masing.

Warsh juga mengisyaratkan kemungkinan reformasi besar terhadap sistem komunikasi The Fed, termasuk masa depan dot plot, konferensi pers, hingga notulen rapat.

Pembentukan Lima Gugus Tugas Reformasi

Warsh memulai langkah reformasi dengan membentuk lima gugus tugas (task force) yang akan mengkaji berbagai aspek utama pelaksanaan kebijakan moneter.

Kelima gugus tugas tersebut meliputi komunikasi The Fed, kebijakan neraca bank sentral, sumber dan metodologi data ekonomi, produktivitas serta pasar tenaga kerja di era transformasi teknologi, dan kerangka inflasi.

>>> FTSE Russell Keluarkan Tiga Saham Indonesia dari Indeks Global GEIS

"Topik-topik tersebut sangat relevan dengan situasi saat ini, memiliki konsekuensi yang besar, dan layak untuk ditinjau dengan perspektif baru," kata Warsh.

Gugus tugas ini masing-masing akan berfokus pada komunikasi, neraca keuangan, ketergantungan sumber data, produktivitas dan lapangan kerja di era transformasi, serta kerangka kebijakan inflasi.

Menurut Warsh, setiap gugus tugas akan melibatkan sejumlah pemikir terbaik dari kalangan profesi ekonomi maupun dari luar profesi tersebut, didukung spesialis dari jajaran staf The Fed.