"Dan mereka akan mengemban mandat yang sederhana dan jelas: memulai dari prinsip-prinsip dasar, mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sulit, menelaah praktik yang berlaku saat ini, mempertimbangkan berbagai alternatif, dan pada akhirnya mengusulkan langkah-langkah selanjutnya untuk dipertimbangkan oleh para pembuat kebijakan," ujarnya.

Tim komunikasi akan melanjutkan pembahasan sejak musim panas tahun lalu terkait penyempurnaan fungsi komunikasi bank sentral. Tim ini juga diharapkan mengusulkan perubahan yang dipertimbangkan matang terhadap SEP.

Soroti Dampak AI Terhadap Produktivitas

in1

Salah satu fokus baru dalam gugus tugas tersebut akan menangani pengaruh teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terhadap produktivitas dan pasar tenaga kerja.

Warsh menilai kemunculan teknologi baru berpotensi mengubah cara ekonomi bekerja, mulai dari produktivitas tenaga kerja, pola investasi perusahaan, hingga dinamika inflasi jangka panjang.

Oleh karena itu, gugus tugas khusus akan mengkaji kecepatan adopsi teknologi baru, cakupan dampaknya terhadap sektor ekonomi, serta konsekuensinya bagi pasar tenaga kerja AS.

Pemahaman yang lebih baik terhadap AI menjadi penting karena perubahan produktivitas berpotensi mengubah asumsi dasar dalam penyusunan kebijakan moneter.

"Gugus tugas ini akan meninjau kecepatan, jangkauan, dan dampak ekonomi dari teknologi tujuan umum baru, termasuk AI, serta implikasinya terhadap mandat ketenagakerjaan dan inflasi The Fed," ujarnya.

Komitmen Target Inflasi 2%

Kevin Warsh menegaskan komitmen The Fed untuk mengembalikan inflasi ke target 2%, menyusul tekanan harga yang masih bertahan di atas sasaran selama lebih dari lima tahun.

Warsh mengatakan tingginya harga masih menjadi beban bagi masyarakat AS. Meski demikian, ia menegaskan The Fed memiliki tekad bulat untuk memulihkan stabilitas harga.

"Harga yang terus tinggi menjadi beban bagi rakyat Amerika. Namun, masa lalu tidak harus menjadi penentu masa depan.