Harga Emas Spot Turun Akibat Sinyal Hawkish The Fed
Harga emas spot mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis (18/6/2026) waktu Amerika Serikat.
Logam mulia tersebut merosot sebesar 0,8 persen ke level US$ 4.225,39 per ons.
>>> Ilmuwan Temukan Kuburan Paus Purba Terbesar di Dasar Laut Australia
Pelemahan ini dipicu oleh penguatan dolar AS dan sinyal kebijakan moneter hawkish dari Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed).
Kontrak emas berjangka AS juga ditutup melemah 3,1 persen ke posisi US$ 4.245,9.
Sinyal Hawkish The Fed dan Dampaknya
Sentimen pasar saat ini dipengaruhi oleh keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga pada Rabu (17/6/2026).
Namun, sebanyak 9 dari 19 pembuat kebijakan memproyeksikan perlunya kenaikan suku bunga acuan pada akhir tahun ini.
Proyeksi tersebut mendorong dolar AS mencapai level tertinggi dalam satu tahun terakhir. Pengamat pasar komoditas menilai penguatan dolar menjadi faktor utama yang membebani pergerakan emas.
Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist di Zaner Metals, Peter Grant, mengatakan bahwa kecenderungan hawkish The Fed membuat dolar berada di level tertinggi baru tahun ini.
>>> Harga Minyak Brent Menguat Akibat Ketegangan Hubungan AS dan Iran
Hal ini terus menekan harga emas.
Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember mencapai 85 persen.
Angka ini melonjak dari proyeksi sebelumnya yang hanya 61 persen.
Tekanan terhadap emas sedikit tertahan oleh meredanya kekhawatiran inflasi setelah rilis teks kesepakatan gencatan senjata sementara antara AS dan Iran pada Rabu.
Presiden AS Donald Trump bahkan mengancam akan melanjutkan serangan jika Iran gagal memenuhi komitmen.
Kesepakatan tersebut juga berdampak pada pasar energi, dengan jatuhnya kontrak minyak Brent dan WTI ke posisi terendah sejak awal Maret.
>>> Saksi Sidang Kematian Maradona Berikan Keterangan Berbelit
Logam mulia alternatif seperti perak spot turun 3 persen ke US$ 65,96, platinum merosot 1,9 persen ke US$ 1.703,94, dan palladium terpangkas 2,2 persen menjadi US$ 1.285,96.
Update Terbaru
Omoway Resmi Luncurkan Motor Listrik OMO X, Indonesia Jadi Pasar Perdana
Jumat / 19-06-2026, 07:20 WIB
Kanada Hajar Qatar 6-0 di Piala Dunia 2026, Dua Kartu Merah Warnai Laga
Jumat / 19-06-2026, 07:18 WIB
Promo Sabun Mandi dan Cuci Piring di Alfamart, Indomaret, Superindo Awal Mei 2026
Jumat / 19-06-2026, 07:18 WIB
Polisi Siagakan 4.263 Personel untuk Amankan Demo di Jakarta Pusat
Jumat / 19-06-2026, 07:17 WIB
Inggris Tumbangkan Kroasia 4-2 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 07:17 WIB
Potongan Tangga Menara Eiffel Terjual Rp 9,2 Miliar di Lelang Paris
Jumat / 19-06-2026, 07:17 WIB
MSCI Pertahankan Status Emerging Markets Bursa Saham Indonesia
Jumat / 19-06-2026, 07:17 WIB
Makroekonomi Global Diprediksi Kendalikan Pasar Kripto Sepanjang 2026
Jumat / 19-06-2026, 07:17 WIB
5 Coffee Shop Nyaman di Dekat Stasiun MRT Haji Nawi Jakarta
Jumat / 19-06-2026, 07:16 WIB
Pelita Jaya Jakarta Tatap Final IBL 2026 dengan Percaya Diri Tinggi
Jumat / 19-06-2026, 07:16 WIB
J.CO Potong Harga Kue hingga Minuman Mulai Rp 16.000
Jumat / 19-06-2026, 07:16 WIB
Harga Emas Dunia Turun 1,68 Persen Akibat Sentimen Suku Bunga AS
Jumat / 19-06-2026, 07:16 WIB
Harga Emas Berfluktuasi di Level Support US$ 4.000 Akibat Kebijakan Suku Bunga Tinggi The Fed
Jumat / 19-06-2026, 07:16 WIB
Republik Demokratik Kongo Tahan Imbang Portugal di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 07:14 WIB






