Harga emas dunia di pasar spot ditutup melemah 1,68 persen ke level US$ 4.188,2 per troy ons pada Kamis (18/6/2026).

Penurunan tersebut menggenapi koreksi harga emas selama dua hari beruntun dengan total akumulasi pelemahan mencapai 3,31 persen.

in1

>>> Harga Emas Berfluktuasi di Level Support US$ 4.000 Akibat Kebijakan Suku Bunga Tinggi The Fed

Pelemahan ini dipicu oleh hasil pertemuan Komite Pengambil Kebijakan Federal Reserve yang sepakat mempertahankan suku bunga acuan di level 3,5-3,75 persen.

Namun, dot plot terbaru mengindikasikan adanya potensi kenaikan suku bunga satu hingga dua kali pada tahun ini.

Kondisi suku bunga tinggi yang diperkirakan bertahan lebih lama membuat emas sebagai aset tanpa imbal hasil kehilangan pijakan.

Goldman Sachs memangkas proyeksi harga emas akhir tahun dari US$ 5.400 menjadi US$ 4.900 per troy ons.

>>> PDPOTJI Anjurkan Konsumsi Kunyit Asam untuk Redakan Nyeri Menstruasi

"Pandangan kami terhadap emas masih konstruktif secara struktural. Namun secara taktikal, perlu waspada karena ada risiko turun dalam jangka pendek," sebut catatan Goldman Sachs.

Secara teknikal, indikator Relative Strength Index 14 hari berada di angka 37 yang menandakan posisi bearish.

Meski demikian, Stochastic RSI 14 hari di level 63 menunjukkan area beli yang cukup kuat untuk peluang technical rebound.

Perdagangan hari ini diperkirakan menghadapi target resisten terdekat pada rentang US$ 4.251-4.281 per troy ons.

>>> OJK Tunjuk Jeffrey Hendrik Jadi Direktur Utama BEI Periode 2026-2030

Sementara target support jika pelemahan berlanjut berada di level US$ 4.167 per troy ons.