Mandiri Jogja Marathon 2026 sukses digelar pada Minggu (21/6/2026) di kawasan Candi Prambanan, Yogyakarta. Ajang tahunan ini mencetak rekor dengan 10.200 peserta dari 17 negara.

Mengusung tema "More Than a Race", acara ini berfokus pada empat pilar: pengalaman lari ikonik, perayaan budaya, perjalanan wisata, serta dampak sosial dan ekonomi.

in1

>>> Portugal Ditahan Imbang RD Kongo pada Babak Pertama Piala Dunia 2026

Sektor pariwisata dan turunannya di DIY terus meningkat berkat gelaran ini.

Berdasarkan riset Mandiri Institute, pertumbuhan belanja di DIY melonjak 11,6% secara mingguan selama pekan pelaksanaan.

Angka itu jauh di atas rata-rata normal 0,8%, dan pertumbuhan bulanan Yogyakarta mencapai 7%, tertinggi dibanding provinsi lain.

Sektor transportasi mencatat pertumbuhan 21,9%, restoran dan kuliner 10,1%, perhotelan 6,4%, serta belanja perjalanan naik 5,6%.

>>> Estimasi Biaya Tol dan BBM Hyundai Stargazer Rute Jakarta-Yogyakarta

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista, menyatakan MJM merupakan sinergi antara Bank Mandiri, komunitas, UMKM, dan pemerintah daerah.

Ia menambahkan, evaluasi pada 2025 menunjukkan daya beli di Yogyakarta meningkat dari 3% menjadi 7% setelah event ini.

Dengan berbagai inovasi pada 2026, dampak ekonomi dan pariwisata diharapkan lebih optimal.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menuturkan bahwa MJM membuktikan olahraga, budaya, dan pariwisata dapat bersinergi menggerakkan ekonomi daerah.

>>> Bahlil Buka Peluang Revisi Harga Batu Bara DMO untuk PLN

Lonjakan okupansi hotel, kuliner, dan transportasi dirasakan setiap kali ajang ini digelar.