Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,5% hingga 3,75% dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang digelar pada Kamis (18/6/2026).

Keputusan ini diambil guna mendukung mandat ganda bank sentral Amerika Serikat, yaitu menjaga stabilitas harga dan mencapai tingkat lapangan kerja maksimum.

in1

>>> AI Prediksi Prancis dan Argentina Favorit Juara Piala Dunia 2026

Ketua Federal Reserve Kevin Warsh menyatakan bahwa langkah tersebut diperlukan di tengah situasi ekonomi saat ini.

"Komite memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal pada level 3,5% hingga 3,75% guna mendukung mandat ganda The Fed," ujar Warsh dalam konferensi pers usai rapat FOMC.

Kondisi Ekonomi AS dan Inflasi

Perekonomian Amerika Serikat dilaporkan masih tumbuh dengan laju yang solid meskipun ketidakpastian global meningkat akibat konflik di Timur Tengah.

Pertumbuhan produktivitas dan investasi modal di AS tetap kuat, sementara penciptaan lapangan kerja baru mampu mengimbangi pertumbuhan angkatan kerja dengan tingkat pengangguran yang relatif stabil.

Namun, Kevin Warsh mengakui bahwa laju inflasi saat ini masih berada jauh di atas target jangka panjang bank sentral sebesar 2%, dan situasi ini telah berlangsung selama lebih dari lima tahun.

"Harga yang terus tinggi menjadi beban bagi rakyat Amerika. Namun, masa lalu tidak harus menjadi penentu masa depan.

Saya dengan senang hati melaporkan bahwa anggota FOMC memiliki pandangan yang jelas dan bulat. Komite ini akan mewujudkan stabilitas harga," tegasnya.

Proyeksi Ekonomi dan Perubahan Kebijakan

Berdasarkan proyeksi ekonomi terbaru, produk domestik bruto riil AS diperkirakan tumbuh 2,2% pada tahun ini dan meningkat menjadi 2,3% pada tahun depan.