Inflasi PCE diperkirakan mencapai 3,6% pada tahun ini sebelum melandai ke level 2,3% pada tahun berikutnya, sementara tingkat pengangguran diproyeksikan bertahan di kisaran 4,3%.

>>> 7 Makanan untuk Menjaga Kulit Awet Muda

in1

Sejak memimpin bank sentral, Kevin Warsh memperkenalkan sejumlah perubahan dalam pendekatan kebijakan moneter, termasuk pernyataan kebijakan yang lebih singkat dan tanpa panduan arah ke depan.

Ia juga mengumumkan pembentukan lima satuan tugas baru untuk mengkaji pelaksanaan kebijakan moneter, mencakup strategi komunikasi, kebijakan neraca keuangan, penggunaan data, pasar tenaga kerja, dan kerangka pengendalian inflasi.

Masing-masing satuan tugas akan melibatkan para ahli terbaik dari dalam maupun luar profesi ekonomi untuk mengevaluasi praktik yang berlaku dan mengusulkan langkah-langkah baru.

Sebelumnya, para pelaku pasar telah memprediksi penahanan suku bunga pada pertemuan kali ini, dengan probabilitas mencapai 99% berdasarkan data CME FedWatch Tool.

Ekspektasi investor mengenai arah kebijakan moneter ke depan masih terpecah, dengan 40% manajer investasi memperkirakan satu kali kenaikan suku bunga dalam setahun ke depan menurut survei Bank of America.

Kepala Ekonom AS Barclays Marc Giannoni menilai bahwa Ketua Warsh akan berupaya meminimalkan kejutan dan gangguan pasar saat membangun kredibilitasnya sebagai ketua baru FOMC.

Wakil Kepala Ekonom BMO Michael Gregory berpendapat bahwa pertemuan Juni ini menjadi awal dari upaya Warsh mendorong perubahan di The Fed secara bertahap, bersifat evolusioner daripada revolusioner.

Para pelaku pasar juga menyoroti keberlanjutan publikasi proyeksi suku bunga atau dot plot.

>>> Kemenpar Targetkan 19,1 Juta Wisman dan Devisa Rp515 Triliun pada 2027

Ekonom Senior Bank of America Aditya Bhave memperkirakan Warsh akan mengambil jalan tengah, melemahkan peran SEP tanpa menghapusnya secara langsung.