Tim nasional Inggris mengevaluasi kendala taktis dan mentalitas setelah mengalahkan Kroasia dengan skor 4-2 pada laga pembuka Grup L Piala Dunia 2026, Kamis (18/6/2026).

Manajer Thomas Tuchel menyoroti permainan timnya yang cenderung monoton akibat tekanan ekspektasi besar pada pertandingan tersebut.

in1

>>> Pre-order GTA VI Resmi Dibuka 25 Juni 2026, Ini Bocoran Harganya

Kemenangan skuad Tiga Singa dipastikan lewat dua gol Harry Kane melalui penalti, ditambah gol dari Jude Bellingham dan Marcus Rashford.

Meskipun menang, Tuchel mengevaluasi performa tim yang tampil terlalu hati-hati sebelum menghadapi Ghana pada pekan depan.

Tekanan Ekspektasi Pengaruhi Permainan

Pelatih berusia 52 tahun tersebut menjelaskan bahwa para pemain memikul beban psikologis yang berat untuk tampil sempurna pada laga perdana.

"Kadang-kadang, kalau Anda ingin melakukannya dengan sempurna, Anda justru terlalu memaksakannya dan terlalu banyak memikirkannya," kata Thomas Tuchel.

Tekanan tersebut berdampak langsung pada skema permainan di lapangan hijau, di mana aliran bola menjadi kurang progresif.

"Pada akhirnya saat ragu, kami memutuskan untuk bermain mundur, baik saat menguasai bola maupun tidak," ujar Thomas Tuchel.

Ia menambahkan bahwa koordinasi permainan timnya membutuhkan waktu lebih lama untuk memunculkan rasa percaya diri para pemain.

"Kami terlalu sering melakukan operan ke belakang, terlalu sering mengoper bola kembali ke kiper kami. Butuh waktu cukup lama bagi kami untuk menemukan kepercayaan diri," tutur Thomas Tuchel.

Mantan pelatih Chelsea tersebut semula mengira gol-gol yang tercipta dapat langsung mengangkat mentalitas bertanding anak asuhnya.

>>> Saham ANTM Masuk Cum Dividen 19 Juni 2026, Investor Diingatkan Waspada Dividen Trap

"Itulah mengapa saya mengatakan mungkin hal ini juga wajar. Saya berharap gol-gol itu akan membantu kami.