Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) melaporkan peningkatan frekuensi gangguan pasokan listrik di sejumlah kawasan industri.

Masalah ini dilaporkan telah menekan tingkat utilisasi pabrik secara signifikan, terutama di wilayah Jawa Timur.

in1

>>> Panduan Lengkap Mengurus SHM Tanah Mandiri di BPN

Sekretaris Jenderal Inaplas Fajar Budiono menjelaskan bahwa pemadaman listrik yang sering terjadi memicu penumpukan limbah dan membutuhkan waktu pemulihan yang tidak sebentar.

"Ada beberapa daerah yang padam lebih sering, membuat kita sedikit menurunkan utilisasi.

Sekali mati, di hilir butuh waktu 2-3 jam untuk jalan lagi, belum lagi limbahnya," ujar Fajar Budiono.

Pemulihan di industri hulu memerlukan waktu jauh lebih panjang, yakni berkisar antara dua hingga tujuh hari pasca-henti operasi.

Secara operasional, lini produksi memerlukan durasi minimal empat jam untuk kembali bekerja optimal setelah listrik menyala kembali.

"Kalau mati, minimal empat jam untuk bisa jalan lagi. Dampaknya tergantung seberapa sering PLN mati lampu.

Belakangan ini sudah agak sering, terutama di Jawa Timur," kata Fajar Budiono.

>>> Pemerintah Resmi Ganti PPDB dengan SPMB untuk Masuk SMP Negeri

Harapan pada PLN

Penurunan harga energi global diharapkan menjadi momentum bagi PT PLN (Persero) untuk meningkatkan keandalan sistem jaringan mereka.

Konsistensi serta stabilitas pasokan listrik dinilai sangat krusial demi menjaga momentum sektor manufaktur.

"With turunnya harga komoditas ini, mudah-mudahan PLN bisa menjaga konsistensi dan stabilitas pasokan listrik," sebut Fajar Budiono.

Inaplas mendesak agar kendala teknis pasokan daya ini segera diselesaikan oleh pihak penyedia listrik negara.

Jika pemadaman berkepanjangan terus berulang dalam satu hingga dua minggu ke depan, pasokan produk ke pasar dipastikan akan terganggu.

"Mudah-mudahan kendala pasokan listrik segera kembali normal.

>>> Bangkai Kapal Neraka Hofuku Maru Ditemukan di Perairan Filipina

Karena kalau satu sampai dua minggu masih sering mati lampu, lumayan menyebabkan turun terus nanti supply-nya," pungkas Fajar Budiono.