Setelah usia 6 bulan, ASI saja tidak cukup memenuhi kebutuhan gizi bayi. Makanan Pendamping ASI (MPASI) menjadi kunci untuk mendukung tumbuh kembang optimal.

Orang tua perlu memperhatikan jenis bahan makanan, porsi, frekuensi, serta tekstur MPASI. Penyesuaian tekstur harus sesuai usia dan kemampuan makan bayi agar ia belajar mengunyah dengan baik.

in1

>>> Bisnis Wealth Management Perbankan Tumbuh Solid di Tengah Tekanan Ekonomi

Tahapan Tekstur MPASI

Para ahli menyarankan MPASI dimulai saat bayi berusia 6 bulan.

Tekstur ditingkatkan secara bertahap: dari bubur saring lembut, bubur kasar tanpa saring, finger food, makanan lunak dengan lauk cincang, hingga makanan keluarga.

Porsi untuk bayi 7–12 bulan berkisar antara 3 sendok makan hingga setengah mangkuk ukuran 250 ml.

WHO merekomendasikan frekuensi 2–3 kali sehari untuk usia 6–8 bulan, dan 3–4 kali sehari untuk usia 9–24 bulan.

Bayi 6 bulan sudah bisa mengonsumsi makanan halus atau semi padat.

WHO menekankan hidangan pertama harus kental, tidak mudah jatuh dari sendok, dan mengandung lemak agar kalorinya lebih tinggi dari ASI.

Pastikan konsistensi makanan cukup kental dan tidak menetes. Makanan terlalu encer rendah kalori dan kurang memenuhi kebutuhan energi anak.

Memasuki usia 8 bulan, kemampuan mengunyah bayi berkembang. Tekstur MPASI bisa sedikit lebih kasar, seperti bubur atau puree bertekstur namun tetap lembut.

Bayi juga bisa dikenalkan dengan biskuit, puding, atau kue khusus bayi.

>>> Kementerian ESDM Kejar Kekurangan Pasokan Batu Bara PLN 20 Juta Ton

Pada usia 9–10 bulan, kemampuan mengunyah semakin baik. Tekstur hidangan bisa ditingkatkan menjadi lebih padat berupa bubur atau puree kental yang mudah dikunyah.