Korban meninggal akibat gempa tektonik magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026) bertambah menjadi tiga orang.

Data pemutakhiran terbaru hingga Kamis (18/6/2026) mencatat tiga korban jiwa tersebut tersebar di dua kecamatan.

in1

>>> Kejagung Tahan Tersangka Baru Korupsi Makan Bergizi Gratis

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan tiga korban meninggal masing-masing berada di Desa Ampera, Kecamatan Palolo, serta Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak 2.109 kepala keluarga atau 6.412 jiwa terdampak gempa.

Kerusakan rumah mencapai 1.652 unit, terdiri dari 1.472 rusak ringan, 111 rusak sedang, dan 69 rusak berat di 38 desa.

Fasilitas umum yang rusak sebanyak 84 unit, meliputi 42 rumah ibadah, 13 bangunan sekolah, delapan gedung perkantoran termasuk Kantor Bupati Sigi dan BAPERINDA, dua rumah adat, serta delapan jaringan air bersih.

Bantuan Logistik dan Tanggap Darurat

Di tengah masa tanggap darurat, Perum Bulog Kanwil Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan berupa 80 karung beras kemasan lima kilogram, minyak goreng, dan gula pasir.

Pimpinan Wilayah Bulog Sulawesi Tengah, Jusri, mengatakan bantuan tersebut merupakan kepedulian karyawan Bulog dalam misi kemanusiaan.

Penyaluran logistik difokuskan untuk meringankan kebutuhan pokok pangan para korban di lokasi pengungsian.

>>> Konsulat Jepang di Calgary Bagikan Bento untuk Polisi Kanada

Bulog juga mengoptimalkan program bantuan pangan reguler untuk warga prasejahtera seberat 20 kilogram beras per bulan di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo.

Pemerintah Kabupaten Sigi memastikan pasokan bantuan dari berbagai mitra kerja dan lembaga kemanusiaan telah masuk secara bertahap sejak dua hari pascabencana.