Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mencatat korban meninggal dunia akibat gempa bumi di daerah tersebut bertambah menjadi tiga orang.

Kepala Bidang Bencana BPBD Sigi Ahmad Yani mengatakan dua korban tambahan berasal dari Desa Berdikari, Kecamatan Palolo, dan Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki.

>>> Wamenko Pangan Dorong Sentra Cabai HSS Jaga Inflasi Kalsel

Sebelumnya, satu korban meninggal tercatat dari Desa Ampera.

Korban dari Desa Berdikari diketahui memiliki riwayat penyakit bawaan saat gempa terjadi.

"Saat gempa bumi korban terjatuh dan mengalami serangan jantung, selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Bala Keselamatan di Kota Palu.

Karena proses pendataannya belum masuk pada laporan awal, korban tersebut belum sempat terdata," ujar Ahmad Yani di Dolo, Kamis.

Sementara itu, korban dari Desa Kamarora A mengalami benturan pada bagian perut saat gempa.

>>> Samsung Kebanjiran Pesanan Fabrikasi Chip Sub-5nm dari Raksasa Teknologi

"Korban ini juga memiliki riwayat penyakit tumor sehingga benturan yang dialaminya diduga memperparah kondisi kesehatannya," jelasnya.

Kedua korban telah mendapatkan penanganan medis dan dilarikan ke RSUD Torabelo dan RS Bala Keselamatan Palu. "Saat ini proses pendataan masih terus berjalan," kata Ahmad Yani.

Dampak Gempa di Sigi

Berdasarkan data per 18 Juni, jumlah masyarakat terdampak mencapai 2.109 Kepala Keluarga (KK) atau 6.412 jiwa di Kabupaten Sigi.

Total fasilitas umum yang rusak sebanyak 84 unit, meliputi sekolah, rumah ibadah, kantor pemerintahan, puskesmas, dan jaringan air bersih.

Rumah di Kabupaten Sigi yang mengalami kerusakan mencapai 1.652 unit, terdiri dari rusak ringan 1.472 unit, rusak sedang 111 unit, dan rusak berat 69 unit yang tersebar di 38 desa.

>>> Anomali LHC Bisa Jadi Terobosan Terbesar Sejak Higgs Boson

BMKG melaporkan gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB.