Wamenko Pangan Dorong Sentra Cabai HSS Jaga Inflasi Kalsel
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menilai Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) memiliki peran strategis dalam menjaga pasokan cabai dan stabilitas harga di Kalimantan Selatan.
Hal itu disampaikan Hanif saat menghadiri panen cabai di lahan Kelompok Tani Gawi Bersama, Desa Tawia, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kamis.
>>> Samsung Kebanjiran Pesanan Fabrikasi Chip Sub-5nm dari Raksasa Teknologi
Menurut Hanif, cabai merupakan komoditas yang berpengaruh besar terhadap laju inflasi di Kalimantan Selatan. Kontribusi HSS dalam menjaga kestabilan harga cabai dinilai sangat penting.
“Cabai menjadi salah satu penyumbang inflasi di Kalimantan Selatan.
Kontribusi Hulu Sungai Selatan sangat besar dalam menjaga kestabilan harga komoditas ini,” ujar Hanif dalam keterangan di Padang, Sumatera Barat.
Hanif menjelaskan, fluktuasi harga cabai terjadi sangat cepat sehingga diperlukan pengelolaan rantai pasok yang baik dari petani hingga pasar.
Harga di tingkat hilir dan hulu harus terus dipantau agar tidak merugikan petani maupun konsumen.
“Kita tahu harga cabai bisa naik turun dengan cepat. Bahkan pergerakan harganya bisa berubah setiap jam.
Karena itu, informasi harus dikawal bersama agar rantai pasok berjalan baik dan petani tidak dirugikan,” katanya.
>>> Anomali LHC Bisa Jadi Terobosan Terbesar Sejak Higgs Boson
Selain persoalan pasar, Hanif juga menyoroti karakteristik tanaman cabai yang membutuhkan perawatan intensif. Tanaman ini sensitif terhadap cuaca, terutama curah hujan tinggi, sehingga memerlukan ketelatenan dalam budidaya.
Panen cabai tersebut merupakan bagian dari program prioritas nasional Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN).
Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas strategis.
Desa Tawia menjadi salah satu desa yang diusulkan masuk dalam program KSPEAN. Di kawasan tersebut direncanakan pengembangan lahan pertanian cabai seluas 20 hektare.
Saat ini, sekitar 5 hektare lahan telah ditanami cabai oleh Poktan Gawi Bersama.
Hanif berharap pengembangan kawasan cabai di Desa Tawia dapat meningkatkan produksi pertanian daerah, memperkuat ketahanan pangan, dan mendukung pengendalian inflasi melalui ketersediaan pasokan cabai yang berkelanjutan di Kalimantan Selatan.
>>> DNA Ungkap Jaringan Keluarga Zaman Batu di Eropa
Kegiatan panen cabai itu turut dihadiri Bupati Hulu Sungai Selatan Syafrudin Noor, Wakil Bupati Suriani, jajaran Forkopimda, serta sejumlah kepala SKPD Kabupaten HSS dan Provinsi Kalimantan Selatan.
Update Terbaru
Bakamla Siap Bangun Stasiun Pemantauan Maritim di DIY
Kamis / 18-06-2026, 20:52 WIB
Lenovo: Guru Kunci Arahkan Siswa Gunakan AI secara Bertanggung Jawab
Kamis / 18-06-2026, 20:52 WIB
Airlangga: Prabowo Tekankan Peran Himbara Dorong Perekonomian Nasional
Kamis / 18-06-2026, 20:52 WIB
5 Rekomendasi Smart TV Murah di Bawah Rp2 Jutaan
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Jemaah Haji Internasional Padati Gua Hira di Makkah
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Klaim Asuransi Kredit AAUI Tembus Rp 4,21 Triliun, Rasio Capai 102 Persen
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Teladan Metropolitan City Rally 2026 Siap Meriahkan HUT ke-499 Jakarta
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Davina Karamoy Diperiksa sebagai Saksi Kasus Penipuan Hanania
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Shin Tae-yong Tetapkan Kriteria Skuad Persija Jakarta Musim 2026/2027
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Davina Karamoy Jadi Korban Penipuan Travel Haji Hanania Group
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Alberto Puig Tinggalkan Jabatan Team Manager Honda MotoGP Akhir Musim 2026
Kamis / 18-06-2026, 20:49 WIB
Chef Remy Sedayu Bagikan Strategi Bisnis Kuliner Berkelanjutan untuk UMKM
Kamis / 18-06-2026, 20:48 WIB
Jamintel: Aplikasi Jaga Desa Berhasil Tekan Kasus Hukum Kepala Desa
Kamis / 18-06-2026, 20:48 WIB
Tekan Populasi, KPKP Jakbar Sterilisasi Ratusan Kucing Jantan Lokal
Kamis / 18-06-2026, 20:48 WIB






