Gempa bumi tektonik berkekuatan M 6,7 mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB atau 11.27 WITA.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi pusat gempa berada di darat dengan kedalaman 16 kilometer.

>>> Asal Usul Nama Dusun Pentil di Rembang Ternyata Bukan Bermakna Saru

Guncangan utama akibat aktivitas Sesar Sausu ini memicu ratusan gempa susulan. Hingga Rabu (17/6/2026) pukul 07.30 WIB, BMKG Palu mencatat telah terjadi 466 gempa susulan.

Kekuatan gempa susulan berkisar antara M 1,3 hingga M 5,2. Sebanyak 25 gempa di antaranya memiliki intensitas cukup besar sehingga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Karakteristik Sesar Sausu

Sesar Sausu merupakan patahan aktif di daratan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Secara geologis, sesar ini dikategorikan sebagai sesar geser (strike-slip fault) dengan segmen sekitar 31 × 18 kilometer.

>>> Qualcomm Luncurkan Snapdragon Reality Elite untuk Kacamata Pintar

Analisis BMKG menunjukkan mekanisme sumber gempa M 6,7 kali ini memperlihatkan pergerakan turun yang memicu pergeseran vertikal kerak bumi.

Meskipun guncangan kuat, BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami.

Aktivitas Sesar Sausu juga terkait erat dengan Sesar Tokoraru. Keduanya kerap memicu kegempaan lokal di wilayah Poso dan Parigi Moutong.

>>> Indonesia Harus Perkuat Hilirisasi Mineral Kritis Demi Ekonomi Hijau

Dalam sembilan tahun terakhir, sejumlah gempa dangkal M 4,2 hingga M 6,0 pernah terjadi akibat kedua sesar ini.