Mantan bek tim nasional Argentina, Pablo Zabaleta, memberikan pujian kepada pelatih Lionel Scaloni atas strategi yang diterapkan untuk memaksimalkan performa Lionel Messi.

Menurut Zabaleta, taktik tersebut berhasil meringankan beban kerja Messi di lapangan. Para pemain Argentina bekerja keras menekan lawan demi menghemat stamina sang kapten.

>>> Kemenhub Usulkan Tambahan Anggaran Rp 20,11 Triliun untuk Tahun 2027

Hasilnya, Messi dapat tampil maksimal saat menguasai bola.

Strategi ini terbukti efektif saat Argentina menumbangkan Aljazair dengan skor telak 3-0 pada pertandingan pembuka fase grup Piala Dunia 2026.

Dalam laga tersebut, Messi mencetak hattrick dan memecahkan rekor Roger Milla sebagai pemain tertua yang mencetak tiga gol dalam satu pertandingan Piala Dunia, pada usia 38 tahun 357 hari.

Penyesuaian Pergerakan Messi

Zabaleta menambahkan bahwa pergerakan Messi saat ini sudah mengalami penyesuaian karena faktor usia.

Namun, kerja sama tim yang solid berhasil menutupi kekurangan tersebut demi menjaga efisiensi energi sang bintang.

"Saya pikir Messi sekarang tidak bisa lagi menjemput bola dari tengah lapangan dan berlari dari sana.

>>> Jaksa Tegaskan Tidak Ada Penggeledahan Rumah Kepala BGN Nanik S Deyang

Tapi saya rasa tim ini menemukan cara untuk membantunya menghemat tenaga ketika tak menguasai bola," ujar Zabaleta.

Ia juga membandingkan dengan situasi di MLS, di mana rekan-rekan Messi melakukan hal serupa. "Mereka semua ingin Messi melakukan segalanya untuk Messi," katanya.

Zabaleta optimistis Argentina memiliki peluang besar untuk mempertahankan ambisi di turnamen ini. Ia melihat ambisi besar masih membekas dalam diri pemain bernomor punggung 10 tersebut.

"Bahkan setelah semua kesuksesan yang ia raih, kalian masih bisa melihat rasa lapar dan kompetitifnya yang ingin terus tampil baik bersama timnas," ungkap Zabaleta.

Ia berharap performa konsisten ini dapat membawa Argentina merengkuh trofi Piala Dunia keempat mereka sepanjang sejarah.

>>> Maruti Suzuki Luncurkan Wagon R Bioflex di India untuk Armada Komersial

"Semoga ia masih punya momen itu dan memenangkan Piala Dunia ini, kenapa tidak?" pungkasnya.