Iran dan Amerika Serikat mencapai kesepakatan baru dalam dialog bilateral di Swiss terkait pengelolaan Selat Hormuz.

Kesepakatan ini menandai babak baru regulasi maritim di jalur perdagangan internasional yang strategis.

in1

>>> Nadiem Sebut Pengadaan Chromebook Darurat Gegara Covid-19: Guru Teriak Minta Laptop

Negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa wilayah perairan tersebut tidak akan kembali ke kondisi sebelum perang.

Namun, Teheran menegaskan komitmennya untuk tunduk pada hukum internasional.

Hotline Darurat dan Pusat Kendali Bersama

Kedua negara sepakat mendirikan sistem komunikasi darurat di kawasan Selat Hormuz. Fasilitas berupa jalur telepon khusus (hotline) dan pusat kendali bersama akan segera diaktifkan.

Langkah preventif ini diambil untuk mencegah kesalahpahaman atau konflik bersenjata di masa depan. Regulasi baru ini dipastikan mengubah peta operasional keamanan di Selat Hormuz secara permanen.

Ghalibaf menyebut pencapaian ini sebagai langkah maju, terutama terkait pembahasan selat, Lebanon, pengecualian minyak, dan pencairan dana beku.

"Kami masih berada di awal pekerjaan ini dan harus melanjutkan upaya," ujarnya, dikutip dari Al Jazeera.

>>> Menkes Ungkap Cakupan Imunisasi Bayi dan Anak Sekolah di RI Terbaru

Pencairan Dana dan Pengecualian Sanksi Minyak

Teheran mengonfirmasi pencairan dana beku mereka sebesar 12 miliar dolar AS dalam dua tahap. Meski demikian, sanksi utama terhadap sektor minyak mentah Iran masih diberlakukan secara ketat.

Ghalibaf menjelaskan bahwa Iran telah mendapatkan pengecualian untuk menjual minyak dan menjalankan aktivitas perbankan. "Pengecualian ini sekarang telah diamankan, dan perjanjian terkait telah ditandatangani," tuturnya.

Pusat Koordinasi di Lebanon

Iran dan AS juga sepakat mendirikan pusat koordinasi khusus di Lebanon untuk memantau situasi. Pusat ini dirancang untuk menyelesaikan sengketa secara cepat dan damai.

Misi utamanya adalah memulihkan kehidupan normal warga sipil dan mengakhiri pendudukan wilayah. Ghalibaf menegaskan bahwa pusat tersebut akan memastikan wilayah yang diduduki Israel dikosongkan dan kedaulatan Lebanon dihormati.

Selat Hormuz merupakan jalur maritim paling vital di dunia untuk ekspor minyak mentah global.

Ketegangan dan sanksi ekonomi selama beberapa tahun terakhir telah melumpuhkan aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.

>>> Menkes: Masih Banyak Warga Tolak Imunisasi, Bapak-Bapak Paling Sering Menolak

Rundingan di Swiss menjadi momentum perdana bagi Iran dan AS untuk meredam konflik melalui diplomasi formal.