Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, mengecam keras seruan denuklirisasi yang disampaikan oleh Kelompok Tujuh (G7).

Pernyataan itu disampaikan melalui media pemerintah setempat pada Kamis (18/6) sebagai respons terhadap deklarasi bersama G7.

in1

>>> RUPST Amar Bank Setujui Dividen Tunai Rp110,1 Miliar

Dalam pernyataannya, Kim Yo Jong yang juga menjabat sebagai pejabat senior partai penguasa menyebut denuklirisasi sebagai tujuan kosong yang tidak akan pernah terwujud.

Ia juga menolak tuntutan negara-negara G7 dengan menyebutnya "sama sekali ketinggalan zaman", seperti dikutip Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

Kim Yo Jong kembali menegaskan bahwa senjata nuklir sangat penting untuk pertahanan diri Korea Utara.

>>> GM Pasang 50 Robot Baru di Pabrik Factory Zero Usai PHK 1.000 Pekerja

Negaranya tidak akan pernah menerima denuklirisasi, ujarnya.

Pernyataan ini muncul setelah para pemimpin G7 menggelar pertemuan di Kota Evian-les-Bains, Prancis, dalam KTT yang berlangsung hingga Rabu (17/6).

>>> Transvision Tawarkan Diskon hingga 20 Persen dengan Allo Paylater

G7 dalam deklarasi bersama menyerukan denuklirisasi total Korea Utara, yang langsung mendapat respons keras dari Pyongyang.