Delegasi Amerika Serikat dan Iran telah menyelesaikan negosiasi teknis di Swiss pada Selasa (23/6) waktu setempat.

Kedua pihak sepakat membentuk empat kelompok kerja untuk membahas isu-isu dalam perjanjian, termasuk sanksi dan nuklir.

in1

>>> Menkes: Anggaran Imunisasi 2026 Kurang Rp1 Triliun Imbas Pemotongan

Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan bahwa kelompok kerja tersebut meliputi Pengakhiran Sanksi, Urusan Nuklir, Rekonstruksi dan Pembangunan Ekonomi, serta Pemantauan dan Implementasi.

Negosiasi di Swiss merupakan lanjutan dari perundingan teknis setelah kedua pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU).

Kim Jong Un Genjot Militer Korut

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un meningkatkan kekuatan militer negaranya dan menyebut ancaman perang nuklir sudah di depan mata.

Menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA), Kim menegaskan kembali kebijakan partai untuk mempercepat peningkatan kemampuan pertahanan nasional.

Ia menilai modernisasi militer AS dan Korea Selatan semakin mendekatkan ancaman perang nuklir bagi dunia.

>>> Potong Pertanyaan Wartawan, Ronaldo Tolak Komentar soal Messi

Trump soal Pengembalian Aset Iran

Presiden AS Donald Trump mengomentari rencana pencairan aset Iran yang dibekukan senilai US$6 miliar (Rp106 triliun) yang kini tersimpan di Qatar.

Trump mengatakan uang tersebut seharusnya digunakan untuk membeli makanan dan produk-produk AS.

"Semua uang itu akan kembali dalam bentuk pembelian makanan yang sangat mereka butuhkan. Mereka memiliki 91 juta penduduk, mereka tidak mampu memberi makan semua warganya.

Jadi, uang yang kami cairkan akan diberikan kepada para petani kami," kata Trump dikutip dari Reuters.

>>> 10 Strategi Online Terpercaya untuk Tambahan Penghasilan di 2026

Trump menegaskan Iran harus mematuhi kesepakatan sesuai MoU yang ditandatangani bersama Presiden Masoud Pezeshkian di Paris.