Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman keras kepada Iran.

Ia menegaskan negosiasi tidak akan berlanjut jika Teheran menolak mengizinkan inspeksi fasilitas nuklirnya oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

in1

>>> I'm Back! Cristiano Ronaldo Cetak Brace dan Sindir Kritikus

Melalui platform Truth Social, Trump menyatakan Iran telah setuju secara total untuk membuka akses inspeksi nuklir jangka panjang.

Namun, klaim itu langsung dibantah oleh pemerintah Iran.

"Jika mereka tidak menyetujui hal ini, maka tidak akan ada negosiasi lebih lanjut," ujar Trump, dikutip Rabu (24/6).

Trump menyebut kesediaan Iran menerima inspeksi IAEA sebagai konsesi besar yang mendorong AS melonggarkan tekanan, termasuk tidak melanjutkan blokade di Selat Hormuz.

"Berdasarkan hal ini dan konsesi besar lainnya dari Iran, saya setuju untuk membiarkan Selat Hormuz tetap terbuka tanpa blokade angkatan laut lebih lanjut," tambahnya.

Pernyataan Trump muncul setelah putaran pertama perundingan tingkat tinggi AS-Iran di Swiss. Wakil Presiden AS JD Vance optimistis kedua negara telah meletakkan fondasi menuju kesepakatan permanen.

Menurut Vance, salah satu hasil penting adalah kesediaan Iran mengizinkan IAEA memeriksa fasilitas nuklir yang sempat dibom AS tahun lalu.

>>> Kok Sepi, Mana Suaranya? Sindiran Pedas Sang Kakak Usai Cristiano Ronaldo Cetak Brace

Ia juga mengungkapkan aset keuangan Iran yang dibekukan berpotensi dicairkan untuk membeli produk pangan AS.

Namun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menegaskan tidak ada kunjungan yang dijadwalkan bagi IAEA ke lokasi nuklir yang dibom AS.

Iran membantah telah menyetujui inspeksi baru.

Sejak perang 12 hari antara Israel dan Iran pada 2025, IAEA beberapa kali keluar masuk Iran, tetapi belum diberikan akses ke lokasi pengayaan uranium yang menjadi sasaran serangan AS.

Ketegangan diplomatik ini terjadi di tengah upaya mencari kesepakatan permanen untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah. Situasi semakin rapuh karena keamanan di Lebanon kembali memanas.

Dua orang dilaporkan tewas setelah tentara Israel melepaskan tembakan di Lebanon selatan, mengakhiri dua hari ketenangan pasca-gencatan senjata.

Iran menegaskan gencatan senjata penuh di Lebanon merupakan syarat penting dalam setiap kesepakatan komprehensif dengan AS.

>>> Sindiran Pedas Kakak Ronaldo Usai CR7 Cetak Brace di Piala Dunia 2026

Dengan perbedaan klaim antara Washington dan Teheran, masa depan negosiasi kini bergantung pada apakah Iran bersedia membuka akses bagi IAEA atau mempertahankan penolakannya di tengah tekanan baru dari pemerintahan Trump.