Upaya Israel untuk melemahkan stabilitas politik di Iran melalui penyelundupan perangkat internet satelit dilaporkan tidak berjalan sesuai rencana.

Mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, mengungkapkan bahwa ia pernah memulai operasi memasukkan puluhan ribu perangkat Starlink ke Iran.

in1

>>> Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata, Segera Hadir

Operasi itu bertujuan membantu kelompok oposisi dan demonstran anti-pemerintah tetap terhubung dengan internet saat terjadi pembatasan ketat oleh pemerintah Iran.

"Saya memulai proses untuk memperoleh dan menyelundupkan ke Iran puluhan ribu penerima Starlink yang akan memungkinkan keberlanjutan internet dan media sosial," ujar Bennett, dikutip Rabu (24/6).

Starlink adalah layanan internet satelit milik SpaceX yang dipimpin Elon Musk. Iran sebelumnya menuduh Israel dan AS menggunakan perangkat ini untuk destabilisasi internal.

>>> Portugal Pesta Gol 5-0 atas Uzbekistan, Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Bersejarah

Namun, Bennett menegaskan rencana tersebut tidak sepenuhnya terlaksana. Ia menyebut pemerintahan Israel saat ini di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu gagal melanjutkan inisiatif itu.

"Sayangnya, pemerintah Israel yang tidak kompeten saat ini menghentikan upaya itu. Dan ketika protes terjadi, infrastruktur itu tidak ada," katanya.

Iran diketahui berulang kali membatasi akses internet publik saat terjadi demonstrasi, termasuk saat aksi protes besar yang menelan korban jiwa dan konflik dengan Israel serta AS.

>>> Cara Mengaktifkan Fitur DANA Cicil Tahun 2026

Sebelumnya, warga Iran dilaporkan berupaya mengakses internet melalui Starlink saat pemadaman jaringan nasional. Namun, kegagalan operasi ini dinilai tidak memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas rezim di Teheran.