MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang (Emerging Market) dalam hasil MSCI 2026 Global Market Accessibility Review.

Keputusan ini membuat Indonesia tetap berada dalam kelompok pasar berkembang Asia Pasifik bersama China, India, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Thailand.

in1

>>> MSCI Peringatkan Indonesia Berisiko Turun Status ke Frontier Market

Dengan demikian, Indonesia terhindar dari penurunan status menjadi pasar frontier yang sempat dikhawatirkan pelaku pasar.

Dalam klasifikasi MSCI 2026, Indonesia berada satu tingkat di atas negara Asia seperti Vietnam, Bangladesh, Pakistan, dan Sri Lanka yang masuk kategori pasar frontier.

Sementara pasar maju (Developed Market) di Asia Pasifik meliputi Australia, Hong Kong, Jepang, Selandia Baru, dan Singapura.

Catatan MSCI soal Aksesibilitas Pasar

Meski mempertahankan status, MSCI memberikan catatan terkait aksesibilitas pasar modal Indonesia, terutama transparansi kepemilikan saham dan dugaan perdagangan terkoordinasi.

Investor institusi internasional masih menyampaikan kekhawatiran terhadap struktur kepemilikan saham yang kurang transparan serta indikasi perdagangan terkoordinasi yang memengaruhi pembentukan harga saham.

Menurut MSCI, kedua persoalan ini membatasi kemampuan investor dalam menghitung porsi saham beredar (free float) dan mengurangi keandalan harga pasar sebagai dasar penyusunan portofolio.

>>> Curiga Alibi Jatuh di Kamar Mandi, Penjaga Kos di Bandung Diancam Usai Bongkar Kejahatan Pelaku

MSCI mencatat langkah perbaikan yang diumumkan OJK, BEI, dan KSEI, seperti peningkatan keterbukaan pemegang saham di atas 1%, klasifikasi investor lebih rinci, kerangka High Shareholding Concentration (HSC), dan peta jalan peningkatan batas minimum free float menjadi 15%.

Namun, MSCI menekankan bahwa yang menjadi perhatian investor adalah implementasi yang konsisten dan dampak berkelanjutan dari kebijakan tersebut di seluruh pasar.

MSCI akan terus mengevaluasi efektivitas reformasi dalam meningkatkan transparansi pasar, penentuan free float, serta kelayakan investasi di Indonesia.

Evaluasi berikutnya akan dilakukan pada MSCI Index Review November 2026. Jika perbaikan belum terlihat memadai, MSCI mempertimbangkan untuk meninjau kembali klasifikasi pasar Indonesia.

MSCI membuka kemungkinan konsultasi mengenai reklasifikasi Indonesia dari emerging market menjadi frontier market jika kemajuan tidak tercapai.

>>> Tak Diperpanjang, Bangkok United Bongkar Kondisi Pratama Arhan di Akhir Kontrak

Meski ada catatan, hasil tinjauan 2026 memastikan Indonesia tetap menjadi bagian dari kelompok pasar berkembang yang menjadi acuan investasi global.