Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim negaranya menjadi 'Guardian Angels' atau Malaikat Pelindung bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Selat tersebut kini ditutup kembali oleh Iran.

in1

>>> Harry Kane Tumpul Lawan Ghana, Dukun Klaim Berhasil Kutuk Striker Inggris

Dalam pernyataan di Truth Social pada Sabtu (20/6), Trump mengatakan Selat Hormuz tidak akan dikenakan biaya selama 60 hari periode gencatan senjata AS-Iran.

Setelah periode itu, jalur maritim tetap gratis kecuali AS memutuskan memungut biaya.

"Tidak akan ada biaya tol di Selat Hormuz selama 60 hari periode Gencatan Senjata, dan setelah periode 60 hari berakhir.

Kecuali, jika biaya tol tersebut dikenakan oleh dan untuk Amerika Serikat, apabila kesepakatan damai tidak tercapai, untuk mengganti biaya di masa lalu, sekarang, dan masa depan atas jasa kami menjadi Malaikat Pelindung bagi negara-negara Timur Tengah," tulis Trump dikutip Reuters.

Sejarah Guardian Angels

Istilah Guardian Angels di AS bukan hanya soal keyakinan religius, tetapi juga merujuk pada kelompok sukarelawan yang didirikan Curtis Sliwa dan istrinya Lisa pada 1979.

Organisasi ini bertujuan memberikan teladan positif bagi kaum muda yang mungkin bergabung dengan geng.

Setelah direkomendasikan anggota aktif, rekrutan menjalani pelatihan fisik, bela diri, dan hukum selama tiga bulan.

Mereka berpatroli di kereta bawah tanah, bus, jalanan, dan feri, melakukan penangkapan warga sipil, namun dampak utamanya adalah sebagai pencegah kejahatan.

Menurut encyclopedia.

>>> Pacar Erling Haaland di Piala Dunia 2026 Ternyata Teman Masa Kecil

com, Guardian Angels adalah organisasi sukarelawan yang melindungi warga dari kejahatan kekerasan di kereta bawah tanah New York.

Organisasi ini kemudian menyebar ke seluruh AS dan ke Kanada, Amerika Selatan, Australia, serta Eropa.