Seorang perempuan berinisial YTR (29) menjadi korban penyekapan dan penyiksaan oleh kekasihnya, Taufik Hidayat, selama kurang lebih tiga tahun.

Kasus ini terungkap setelah pelapor menerima informasi melalui WhatsApp bahwa korban berada di IGD Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

in1

>>> Bintang Film Dewasa Drake Von Bantah Minum Alkohol Sebelum Kecelakaan DUI

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan mengatakan korban mengalami luka berat di kepala, wajah, kaki, dan luka ringan di tangan.

Keluarga sebelumnya tidak mengetahui keberadaan korban selama tiga tahun.

Korban Alami Luka Permanen hingga Buta

Adik kandung korban, Syahrul Ulum (26), menuturkan kakaknya mengalami luka parah di kepala, mata buta permanen, dan bibir hilang separuh.

Korban diduga tinggal bersama pelaku sejak 2023 dan tidak pernah pulang ke rumah.

Kesaksian Penjaga Kos

Penjaga kos, Resa Rohendi, mengatakan Taufik dan korban tinggal di unit lantai bawah di Desa Cinunuk, Cileunyi, Bandung.

Resa diminta pelaku untuk mengantar korban ke rumah sakit dan menyebut korban jatuh di kamar mandi.

Di RS, Resa memilih jujur sehingga pihak rumah sakit menghubungi keluarga. Pelaku kemudian pergi dan mengajak Resa berkelahi.

Resa dan keluarga merasa terancam karena pelaku bersama sejumlah orang mencarinya dengan membawa senjata tajam.

>>> Kubu Sarwendah Klaim Lebih Dulu Laporkan ke KPAI Sebelum Ruben Onsu

Istri penjaga kos, Mulyati, menyebut korban tidak pernah keluar kamar. Taufik selalu mengunci pintu meski pergi sebentar.

Mulyati kerap mendengar suara benturan tembok dari dalam kos, namun Taufik mengelak. Ia menilai pelaku temperamental.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan biaya pengobatan korban ditanggung pemerintah. Korban akan menjalani rekonstruksi wajah.

Polda Jawa Barat menetapkan Taufik sebagai tersangka dan memasukkannya dalam DPO. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menggelar sayembara Rp250 juta.

Taufik berpindah-pindah tempat, sempat ke Tangerang lalu kembali ke Jabar. Ia akhirnya ditangkap di Ciparay, Kabupaten Bandung.

Penangkapan berdasarkan transaksi belanja. Taufik mengaku minum miras sebelum ditangkap, namun tes narkoba negatif.

Di hadapan polisi, Taufik mengakui perbuatannya. Ia mengaku setiap minum alkohol selalu cekcok dengan korban hingga berujung penganiayaan.

>>> Keuntungan AS dan Iran dari Kesepakatan di Swiss

Polisi masih mendalami kondisi kejiwaan pelaku. Taufik ditempatkan di sel khusus dengan pengawasan ketat.