Daihatsu membantah anggapan bahwa Rocky Hybrid tidak laku di pasar Indonesia. Pemasaran mobil hybrid perdana mereka itu memang belum agresif, namun penyebabnya bukan karena minim peminat.

Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani, mengungkapkan bahwa Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) Rocky Hybrid sudah mencapai 700-an unit.

in1

>>> Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru dan PNS Sulit Naik

Namun realisasi pengiriman ke konsumen baru sekitar 300 unit.

“Jadi SPK 700-an, dan retailnya baru 300-an unit. Jadi masih banyak outstanding.

Kebetulan supply sudah meningkat,” kata Agung di Depok, Minggu (21/6).

Suplai CBU dari Jepang Tersendat

Berbeda dengan Rocky versi konvensional yang dirakit di Indonesia, Rocky Hybrid merupakan kendaraan impor utuh (CBU) dari Jepang.

Agung mengakui terjadi keterlambatan pasokan akibat kondisi geopolitik beberapa waktu terakhir.

Distribusi perdana Rocky Hybrid ke dealer terjadi pada Desember 2025, hanya 40 unit. Pada Januari-Mei 2026, wholesales melonjak menjadi 352 unit, rata-rata 70 unit per bulan.

>>> Aturan IAEA Inspeksi ke Negara Pemilik Nuklir: Ini Ketentuannya

Hingga Juni, Daihatsu berhasil meningkatkan pasokan menjadi 500-an unit.

“Mungkin sampai Juni ada 500 supply ya,” kata Agung.

Agung menambahkan, jumlah SPK Rocky Hybrid masih sesuai ekspektasi perusahaan.

Angka tersebut dinilai wajar mengingat rata-rata konsumen Daihatsu adalah pembeli mobil pertama (first car buyer), yang cenderung lebih berhati-hati dalam memilih mobil elektrifikasi.

“Kan sudah dibilang waktu di acara sebelumnya. Jadi kami itu konsumennya itu first car buyer.

Jadi mereka enggak bisa dipaksa. Berorientasinya bukan cuma beli.

>>> Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur

Belum beli aja mereka sudah mikirin berapa (kalau) jual (kembali) ya,” pungkas Agung.