Angkatan Laut Korea Selatan saat ini mengoperasikan lebih dari 10 kapal perang berbobot di atas 5.000 ton, sementara Korea Utara baru memiliki dua kapal dalam kategori tersebut.

Profesor studi militer di Sangji University, Choi Gi-il, mengatakan pencapaian kapal perang 10.000 ton memiliki nilai simbolis yang besar bagi Korea Utara.

in1

"Kapal sebesar itu menunjukkan tekad Pyongyang untuk tidak semakin tertinggal dari kekuatan maritim Seoul," ujarnya kepada AFP.

Pyongyang telah berulang kali menyatakan dirinya sebagai negara berkekuatan nuklir yang tidak dapat diubah.

Hal itu menjadi salah satu penyebab perundingan antara AS dan Korea Utara pada 2018 dan 2019 berakhir buntu.

Pertemuan puncak terakhir antara Kim Jong Un dan Presiden Donald Trump di Hanoi pada 2019 berakhir tanpa kesepakatan terkait denuklirisasi dan pencabutan sanksi.

>>> Cara Pinjam Uang di DANA dengan Mudah Lewat Fitur DANA Cicil

Secara teknis, Korea Utara masih dalam kondisi perang dengan Korea Selatan karena konflik 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian damai.