Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Departemen Kehakiman (DOJ) menyelidiki perusahaan minyak yang diduga tidak menurunkan harga bensin meski harga minyak mentah dunia turun.

Dalam unggahan di Truth Social pada Rabu (24/6), Trump menuding perusahaan minyak melakukan praktik mark up terhadap konsumen.

in1

>>> Dubes Mesir Ingin Lihat Timnas Indonesia di Piala Dunia 2030

"Harga bensin sebaiknya mulai turun jauh lebih cepat dari yang saya lihat sekarang," tulis Trump dikutip dari Reuters.

Ia menilai perusahaan minyak besar tidak menurunkan harga jual di pompa bensin sesuai dengan turunnya biaya minyak mentah yang mereka beli.

"Perusahaan-perusahaan minyak besar tidak menurunkan harga di pompa bensin sebanding dengan turunnya harga minyak yang mereka bayar. Harga itu turun seperti batu jatuh.

Dengan kata lain, konsumen sedang diperas," ujar Trump.

Trump mengaku telah menginstruksikan DOJ untuk segera melakukan penyelidikan.

>>> Rekomendasi Restoran Baru di Serpong: Kafe Estetik hingga Spot City View

Berdasarkan data GasBuddy, harga rata-rata bensin di AS pada Rabu pagi berada di level US$3,906 per galon.

Angka tersebut turun lebih dari 14 persen dibandingkan puncak harga pada Mei lalu.

Sementara itu, harga minyak mentah dalam periode yang sama telah turun sekitar 23 persen.

Penurunan terjadi setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan damai sementara serta dibukanya kembali Selat Hormuz.

Jika dibandingkan dengan puncaknya pada Maret lalu, harga minyak mentah AS bahkan telah turun sekitar 40 persen.

>>> Gaya Syahrini Rayakan Ultah Reino Barack di Belgia, Tenteng Tas Rp 10,7 M

Meski demikian, harga bensin saat ini masih jauh lebih tinggi dibandingkan Januari lalu yang tercatat sebesar US$2,764 per galon, atau lebih dari sebulan sebelum konflik Iran pecah.