Presiden Donald Trump menuding aksi vandalisme sebagai penyebab kerusakan pada kolam refleksi Lincoln Memorial. Menurutnya, lapisan baru kolam senilai $16 juta itu sengaja digores menggunakan pisau cutter.

Trump menolak menyalahkan kontraktor yang mengerjakan renovasi. Ia bersikeras bahwa sayatan besar pada liner kolam adalah ulah perusak.

in1

>>> Taylor Swift Dikabarkan Tak Undang Blake Lively ke Pernikahan

Akibat kerusakan tersebut, Trump memperkirakan kolam berisi 6,5 juta galon air itu harus dikuras untuk perbaikan. Ia menyebut kemungkinan besar air akan dikeluarkan guna menambal robekan.

Sejak Trump mengumumkan dugaan vandalisme akhir pekan lalu, aktivitas penegakan hukum di sekitar kolam refleksi meningkat. Personel Garda Nasional dan Marshal AS dikerahkan untuk berjaga.

Beberapa orang telah ditangkap di dekat kolam, termasuk seorang mantan atlet Olimpiade. Namun, tidak ada yang terkait langsung dengan pengrusakan liner.

>>> TNI AD Buka Suara soal Ajudan Danrem Ikut Jogja Maraton Tanpa BIB

Seorang wanita dikenai tilang karena mencelupkan tangan ke air hijau kolam. Sementara itu, seorang pria diborgol setelah berteriak pada polisi.

Trump pun melontarkan pernyataan sinis saat ditanya bagaimana para pelaku bisa lolos dari pengawasan keamanan.

>>> Yamaha Ingatkan Konsumen Jangan Asal Ganti Pertamax ke Pertalite

Ia sebelumnya pernah berjanji akan 'mengeringkan rawa' di Washington, yang kini diartikan secara harfiah.